Minggu, 17 Januari 2016

Harapan dan Kenyataan 9 - Cara mengatasi masalah hidup 2

Cara mengatasi masalah hidup ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yaitu, Harapan dan Kenyataan 8 - Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Masalah yang terjadi pada diri saya adalah sebuah masalah yang sepertinya klasik terjadi pada semua orang. Bagaimana mengembangkan potensi diri saya sendiri sehingga bisa digunakan untuk tujuan hidup yang hakiki.

Tidak hanya melulu mengejar kekayaan atau karir, tidak hanya mengejar pendamping hidup. Cara mengatasi masalah hidup bagi yang menginginkan tujuan hidup yang hakiki.

Dalam perjalanan pelayanan saya, saya menemui berbagai macam tipe manusia, ada yang sudah memiliki segalanya dalam hidup tapi juga masih bingung, belum juga bisa tenang dalam hidup. Ada lagi tipe yang belum punya apa apa dan tidak tenang karena “pengen punya apa apa”. “Sudah punya apa apa” masih belum tenang, tidak punya apa apa juga tidak tenang. Ribet dah….

Adalagi tipe yang seperti saya, katanya orang potensi saya besar tapi kok ya tidak bisa dioptimalkan, adalagi tipe yang merasa tidak punya potensi tapi karir dan kehidupannya bagus. La ini repot kan. Cara mengatasi masalah hidup yang seperti ini akhirnya saya temui dalam perjalanan saya menekuni keilmuan Energi Spiritual Nusantara. Dalam keilmuan ini saya diajarkan untuk selalu berlatih, berlatih dan berlatih. Tidak banyak ( hampir tidak ada ) kegiatan membahas teori teori kehidupan atau spiritual, kebanyakan tema ngobrol adalah sola tehnis latihan agar bisa lebih optimal. Yang ada hanya latihan. Repot juga bagi yang terbiasa membaca buku dan belajar seperti saya ini. Tapi selama beberapa tahun saya tekuni saja. Akhirnya saya temukan jawabannya.


Karena selalu berlatih dengan tekun, dan mandiri. Karena keilmuan ini tidak ada levelnya/tidak ada tingkatannya, semua diberikan di awal agar kita bisa menjadi mandiri, bisa melatih keilmuan ini secara mandiri tanpa didampingi oleh sang master, yang bukan mencari murid tapi malahan mencari guru. Begitu saya rajin berlatih dengan tekun. Saya mulai bisa mendapatkan esensinya.

Perubahan yang sangat mendasar terjadi pada diri saya, saya yang sebelumnya senang sekali jika didampingi dalam belajar langsung oleh masternya. Saat ini mendapatkan pendamping yang baru. Pendamping yang juga disebut sebagai guru sejati yang ada didalam diri kita sendiri. Ini sering disebut sebagai intuisi. Kalau saya menyebutnya sebagai Navigator.

Cara mengatasi masalah hidup dengan bantuan navigator, menarik sekali kan. Dulu saya sering juga dengar suara dari dalam diri saya sendiri, Dan suara itu ada banyak, tapi saya sering tidak bisa memilahnya, karena ternyata suara dari dalam diri ada banyak klasifikasinya, bisa suara dari pikiran, dari asumsi, dari jiwa ego, dari jiwa arah, dari jiwa keinginan, dari jiwa tenang, dan seterusnya….

Bayangkan kalau pada waktu itu yang saya turuti adalah asumsi negatif pikiran  saya sendiri, yang terjadi saya akan selalu negatif, akhirnya realita kehidupan saya hanya begitu begitu saja, semua terjadi atas dasar asumsi saja.

Bagaimana jika yang saya ikuti adalah jiwa ego? Maka saya hanya mau menang sendiri saja, tidak akan mau mebagi sesuatu dengan yang lain, kalau saya bekerja disuatu tempat, maka yang saya turuti adalah ego golongan tempat saya bekerja. Repot kan…

Ternyata di bagian jiwa inilah salah satu potensi besar yang kita miliki, semua lapisan jiwa ada fungsinya masing-masing, tidak mungkin salah satunya dihilangkan. Semua bisa di manage dengan baik asalkan kita bisa masuk dalam kondisi jiwa tenang. Dan ternyata dari kesemuanya ini ada potensi energi yang bisa dibangkitkan. Untuk bisa terhubung dengan setiap lapisan dari jiwa ini dibutuhkan metode yang tepat, bukan hanya dari teori teori saja, melainkan teori yang mudah dipraktekkan.

Kumpulan teori yang saya punya malahan tidak terpakai karena saya membiasakan hanya melatih dan melakukan saja selama beberapa tahun ini. Dan saya baru tau, jika saya terbiasa dengan teori maka sama saja saya membiasakan diri untuk menggunakan hanya kemampuan otak saja, lupa dengan kemampuan di dalam jiwa dan ruhani. Dan jika terbiasa menggunakan otak dan pikiran maka yang terjadi kita hanya menyimpulkan, hanya berasumsi. Seolah olah mengerti tapi belum paham karena belum pernah melakukan. Jika saya membiasakan diri untuk berlatih maka diri saya selalu terkondisi ( terlatih ) agar bisa mengakses kemampuan jiwa dan ruhani, tidak membiasakan diri dengan analisa pikiran yang menimbulkan asumsi.

Well done, akhirnya saya bisa memanfaatkan potensi saya. Cara  mengatasi masalah hidup yang seperti ini yang saya cari, saya bisa mandiri tanpa bergantung. Kemampuan jiwa dan ruhani muncul, akhirnya ketika saya berkomunikasi atau ngobrol dengan sang master tadi, yang saya gunakan bukanlah analisa pikiran dan repond dari diri palsu ( jiwa ego, jiwa amarah, jiwa keinginan ) melainkan jiwa tenang dan Diri sejati. Menyenangkan sekali.

Cara mengatasi masalah hidup yang seperti inilah yang berusaha saya share sebanyak mungkin kepada seluruh peserta program saya. Hilangkan energi negatif kemudian selalu berusaha untuk rileks dan tenang, maka solusi akan muncul dari dalam diri anda sendiri. Cobalah rasakan….Tujuan hidup yang hakiki akan mulai bisa ditemukan. Harapan akan menjadi Kenyaataan dengan cara yang di luar ekspektasi kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar