Kamis, 12 November 2015

Penobatan Sang Merah dan Putih


Suatu Ketika, pada tanggal 12 November 1293, seseorang yang punya jasa dan bakat, dilapangan terbuka, diberi mandat dan wewenang oleh beberapa orang sesepuh untuk mewujudkan sebuah Gerakan MERAH dan PUTIH,
Ini mandatnya :
Lawan dan TATA dirimu
Lawan dan TATA apa yang kau dapatkan dariNya
Buatlah semua yang mendukungmu menjadi Paham apa yang dimaksud MERAH dan PUtih
Buatlah semua yang ada Tenang dalam Sejahtera

Ini jawaban orang yang diberi mandat.


Bebas dari pengaruh musuh kita lihat bersama sebagai sebuah kejadian yang membuat kita merdeka. Sudah kita singkirkan pengaruh dari luar yang membuat kita memiliki kewibawaan kita sebagai manusia. Kita lihat bersama musuh kita keluar dari tempat kita tinggal.

Tapi..
Ini belum selesai..
Kita perlu menata apa yang sudah kita dapatkan dengan lebih baik lagi.
Kita perlu menata diri kita sendiri.
Saya, Wijaya...
Mempersembahkan apa yang sudah kita dapat bersama untuk kemanusiaan.
Untuk Merah dan Putih yang ada di dalam diri kita.

Merah kita maknai sebagai sebuah cara untuk bisa mengekspresikan kemanusiaan,
Merah, adalah Eksitensi kita sebagai manusia yang diserahi tugas sebagai Penata tempat tinggal kita ( Alam Semesta )

Putih adalah Cara Kita berkomunikasi dengan Yang Maha Segalanya yang memberikan kita peran kecil di dalam kehidupan ini.
Putih adalah Eksistensi kita sebagai Ciptaannya

Jika keduanya bisa ditata dengan baik maka kita akan benar benar Bisa Bebas dari Pengaruh dari luar.

Musuh sekaligus Teman terbaik kita ada di dalam Merah dan Putih.
Mulai saat ini saya berSUMPAH untuk menjadi MERAH dan PUTIH sebagai Panji Kehidupan
Kehidupan yang ada di dalam Tempat Tinggal Kita bersama ini.

Kejayaan kita dalam memaknai Merah dan Putih akan menjadi sebuah warisan bagi generasi penerus
Saya, Wijaya dan orang orang yang berdiri di belakang saya akan memberikan warisan MAKNA MERAH dan PUTIH bagi penerus kita.
Saya, akan memberikan yang TERBAIK untuk kalian Semua.

Saya, Wijaya adalah MERAH dan PUTIH dalam satu Kesatuan.

ŚRI KERTARAJASA JAYAWARDHANA
12 November 1293

The Coronation Day, The Independent Day, The reBorn of MERAH - PUTIH
THE MAJAPAHIT DAY


Arca Harihara dari Candi Sumberjati dekat Blitar yang tampaknya merujuk pada Simping, tempat Raden Wijaya didarmakan. Arca bersosok Siwa dan Wisnu ini melambangkan perwujudan Raden Wijaya. Kini arca megah ini berada di Museum Nasional. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar