Kamis, 26 Juni 2014

Mengoptimalkan Bakat

Mengoptimalkan bakat ini adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan nilai diri ini, jika bakat bisa teroptimalkan dengan baik maka akan ada banyak yang dapat dikerjakan, akan ada banyak hal yang dapat dikerjakan agar diri nii bisa menjadi pribadi yang bermakna dihadapan penciptanya, nah semua itu bisa terjadi jika bakat bisa dioptimalkan dan hasil dari bakat itu bisa dibagikan kepada banyak orang sehingga pribadi ini bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

Bermanfaat adalah sebuah syarat mutlak bagi setiap orang yang ingin menjadi pribadi yang Bermakna.



Beberapa minggu ini saya banyak bertemu dengan orang orang yang memiliki bakat luar bisa, kebiasaan yang tidak dipunyai oleh orang orang lain. Berbagai macam bakat yang rasanya tidak cukup jika harus dituliskan satu persatu. Bakat itu mungkin dilihat orang sebagai bakat, atau kebisaan, sebagai seorang manusia yang istilah nya adalah manusia indigo, memiliki bakat berbeda dibandingkan orang lain.

Bakat yang berbeda ini tentunya memiliki spesialisasi yang berbeda pula dari para sahabat yang indigo ini. Namun satu dengan yang lain saling melengkapi, tidka ada yang hebat, tidak ada yang unggul.

Nah untuk menjadi optimal ini diperlukan sebuah cara, sebuah teknis. cara atau tehnis ini membuat siapa saja menjadi lebih optimal dan akan siap bila sudah terjun ke dunia nyata. Siap menjadi pribadi yang bermanfaat.

Bayangkan saja bila sebuah kemampuan hanya bisa dipakai ketika saat coba coba saja. Namun, ketika akan dipakai disaat genting kebiasaan itu menjadi tidak dapat digunakan, melempem.

Itu akibat tidka dilakukan cara yang baik untuk memaintenance diri sehingga bakat atau kebiasaan menjadi tidak optimal.

Rajinnya melakukan maintenance diri, akan mengakibatkan bakat menjadi optimal. Siap digunakan kapan saja bila waktunya tiba.

Orang yang berbakat akan kalah dengan orang yang rajin. Itu hukumnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar