Tampilkan postingan dengan label karakter dan sikap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karakter dan sikap. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Pengembangan Karakter melalui Pencerahan

Pengembangan karakter adalah fokus saya dalam program level 4 dan 5. Kenapa ?  Seperti apa karakter anda saat ini? Kondisi kita saat ini adalah hasil dari kebiasaan kebiasan kita setiap harinya. Jika kita ingin mengubah kondisi saat ini, berarti kita juga harus mengubah kebiasaan. Kita harus membangun suatu kebiasaan positif dalam hidup untuk mengubah kondisi.

Sebelumnya anda saya sarankan membaca artikel saya mengenai Karakter diri dan sikap, agar benar benar paham apa yang disebut sebagai karakter dan sikap.  Pengembangan karakter yang ada dalam program saya ini adalah sebuah program yang berawal dari pencerahan. Pencerahan adalah sebuah kondisi dimana pikiran kita bisa menerima informasi dari jiwa/hati dan nurani. Ini bisa terjadi jika, kita bisa bebas dari energi negatif.

Kenapa sebelumnya pencerahan ini tidak muncul? Frekuensi yang menghubungkan antara pikiran – hati/jiwa- ruhani tidak bersih dari timbunan energi negatif. Jika timbunan energi negatif ini dihilangkan, maka akan menjadi semakin mudah pikiran kita mendapatkan input informasi dari hati dan ruhani. Proses penghapusan energi negatif atau yang dikenal juga sebagai Program Buang Sial ( anda bisa melihat informasi program tersebut disini : Program Buang Sial ).

Apa yang terjadi setelah dihapuskan energi negatifnya? Akan ada banyak kebaikan yang muncul, kebaikan ini sebenarnya adalah awal dari perubahan karakter menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berikut ini adalah manfaat dari program penghapusan energi negatif :

Manfaat Program Penghapusan Energi Negatif :

  1. Tidur menjadi lebih nyenyak
  2. Wajah menjadi lebih cerah
  3. Meningkatkan Level Kesehatan
  4. Fisik lebih rileks
  5. Pikiran akan lebih positif
  6. Melihat segala permasalah kehidupan dengan lebih positif
  7. Menjadi lebih tenang dalam menghadapi segala masalah
  8. Ketenangan dalam pengambilan keputusan walau dalam situasi sulit sekalipun
  9. Solusi atas berbagai masalah akan mulai muncul
  10. Meningkatkan kualitas Ibadah
  11. Ada banyak kejadian positif yang berdatangan ke dalam kehidupan
  12. Ada banyak orang yang tiba-tiba menjadi ramah dan mengajak berbicara walaupun sebelumnya tidak kenal
  13. Pekerjaan / Bisnis akan semakin lancar
  14. Datangnya berbagai mcam kemudahan dalam Hidup
  15. Merasa bahagia tanpa alasan apapun
  16. Merasa lebih hidup dan penuh energi
  17. Merasa damai
  18. Timbul perasaan syukur
  19. Hanya ingin melakukan hal-hal yang positif
  20. Lebih fokus pada yang penting
  21. Merasakan cinta pada diri sendiri dan orang lain
  22. Menemukan tujuan hidup
  23. Emosi terkontrol
  24. lebih sering tersenyum,
  25. menjadi lebih optimis bahkan jika dlm kondisi genting sekalipun
  26. Keberuntungan lebih sering datang
  27. Selalu ada kebahagiaan
  28. Semangat hidup lebih menyala

Menurut pengalaman saya, manfaat dari program penghapusan energi negatif tersebut bisa didapatkan dalam durassi 3 bulan terus menerus, dan setelahnya kita melatih diri dengan konsisten, maka karakter kita akan berubah menjadi lebih baik. Pengembangan karakter akan bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Coba lepaskan pendapat, keyakinan dan kesimpulan yang anda miliki tentang diri anda, karena itulah yang menghalangi anda melihat impian anda menjadi nyata. Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain. Karena anda memiliki potensi di dalam diri anda yang tidak dimiliki oleh setiap orang di planet bumi ini. Lepaskan semua pikiran yang membatasi tentang apa yang anda anggap mungkin bagi anda, dan bukalah pikiran untuk semua kemungkinan.

Jika anda bisa melepaskan semua bawaan yang telah anda kumpulkan dalam kehidupan dan anda simpan di dalam pikiran dan hati anda. Maka kegiatan bangun tidur anda akan menjadi sebuah waktu pencerahan yang menyenangkan. Anda akan bangun pagi dan merasa bahwa anda adalah orang yang baru, dengan halaman pada jurnal anda yang masih kosong, setiap kemungkinan yang luar biassa akan bebas tertuang ke dalam kehidupan anda.

Diagram ini akan menjelaskan kepada anda, bagaimana pencerahan ini terjadi


Setiap aktifitas dan pikiran kita akan menghasilkan energi. Jika aktifitas tersebut dinyatan oleh pikiran sebagai aktifitas negtaif maka aktifitas tersbeut akan menghasilkan energi negatif. Bagaimana pikiran ini bekerja akan menjadi sangat mengagumkan. Sistem kepercayaan ( Belief System ) yang ada di dalam pikiran kita ini akan membuat semua yang kita lakukan bisa bernilai positif atau negatif.

Nah, masalah yang terjadi pada kehidupan kita ini biasanya ada di sistem pikiran ini. Kita terbiasa menuruti pola kerja pikiran. Anda bisa membaca ini di artikel saya yang berikut ini : Sebab terjadinya masalah dalam kehidupan .

Kesadaran untuk merubah kebiasaan buruk yang kita miliki sangatlah penting. Kesadaran tersebut menjadi modal untuk melakukan perubahan. Kebiasaan buruk pasti akan menjadi sesuatu yang membahayakan atau tidak menguntungkan. Bila seseorang membiarkan kebiasaan buruknya menjadi sahabat dalam rutinitas pekerjaan maka sudah bisa dipastikan, kebiasaan buruk itu akan menajdi sbeuah penghambat untuk kemajuan karirnya, bahkan secara umum akan mengurangi kualitas kepribadiaan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Pengembangan karakter melalui pencerahan ini sangatlah dibutuhkan untuk orang orang yhang hidup di era modern ini.  Sangat banyak orang yang terperangkap dalam kebiasaan buruk, seperti: terbiasa bermain games hingga larut malam, terbiasa nonton tv seharian, terbiasa makan fast food setiap hari, terbiassa dengan kehidupan penuh tekanan (stressing), terbiasa berpikir negatif, terbiasa menganggap pikiran positif sebagai sesuatu yang tidak benar, terbiasa tidak disiplin dan selalu terlambat dalam setiap janjinya, suka bergosip, menolak perubahan ke arah yang lebih baik dan menganggap diri paling pintar, suka menunda pekerjaan, dan lain sebagainya. Semua kebiasaan tersebut pasti akan merusak reputasi dan membatasi apa yang mungkin akan mendukung dalam hidup dan karir.

Jadi, sangatlah penting untuk memiliki kesadaran lewat pencerahan. Pengembangan karakter melalui pencerahan akan membuat anda makin mudah untuk menangani kebiasaan buruk yanga da di dalam diri anda sendiri. Anda akan makin mudha untuk melakukan introspeksi diri. Jika anda bisa membuat sebuah kebiasaan positif, maka jika anda konsisten kebiasaan positif tersbeut akan menjadi karakter diri anda. Inilah yang akan menjadi magnet keberuntungan dan kesuksesan dalam hidup. Anda bisa mengikuti program program saya ( Kumpulan Program Solusi Super Sukses ) dan mendapatkan perubahan diri yang membuat kehidupan anda akan menjadi lebih baik dibandingkans ebelumnya. Segeralah bergabung dengan kelompok orang orang yangs elalu beruntung dan sukses dalam hidupnya, pengalaman mereka saya kumpulkan dalam bagian testimoni. Semua program saya bisa diikuti lewat sistem pembelajaran eLearning ( sistem belajar jarak jauh ).

               

Rabu, 16 Maret 2016

Membangun karakter, merencanakan realita kehidupan

Membangun karakter dan merencanakan realita kehidupan adalah fokus dari program level 5 saya. Ada banyak sekali kejadian dalam hidup yang terpikirkan oleh kita. Tapi sayangnya, lebih banyak yang terpikir daripada yang terjadi. Lebih banyak yang hanya asumsi kita saja dibandingkan yang benar benar terjadi.

Seperti kita ketahui, pikiran kita selalu bekerja, tanpa pernah berhenti, walaupun kita tidur sekalipun. Sebenarnya inilah awal dari proses membangun karakter, jika kita berpikir negatif, maka karakter kita cenderung menjadi negatif. Realita kehidupan kitapun menjadi negatif. Seperti yang saya ceritakan di artikel artikel sebelumnya, misalnya artikel : Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan .

Banyak masalah yang terjadi dalam kehidupan kita yang sebenarnya terjadi karena asumsi negatif kita saja. Dan ada banyak yang sebenarnya juga tidak terjadi. Begitulah proses kerja pikiran. Pikiran bertugas untuk memproses segala input informasi yang masuk melalui panca indera. Nah pikiran kita bekerja dengan pola yang sesungguhnya muncul karena kebiasaan kita. Jika kita terbiasa menuruti asumsi negatif maka input informasi yang masuk setelahnya akan terbiasa kita kelola berdasarkan hal tersebut. Beginilah realita kehidupan kita tercipta.


Program level 5 adalah sebuah program yang saya buat untuk bisa merencanakan jalannya hidup, bagaimana realita bisa tercipta karena perencanaan yang kita buat, bagaimana kita bisa menata pikiran dan hati dengan baik. Menata pikiran dan hati ini bukan hanya sebuah jargon atau teori saja, melainkan harus dilakukan secara nyata setiap harinya. Bukan sebuah tugas yang mudah bagi yang tidak memiliki perencanaan yang tepat dan terukur.

Terkadang yang membuat berat membangun karakter adalah kurangnya kesadaran. Kesadaran ini tidak bisa dilakukan hanya dengan memberikan masukan atau input teori teori belaka, tapi juga harus dilakukan secara nyata. Kesadaran adalah sebuah kondisi dimana pikiran – hati/jiwa – ruhani bisa terhubung secara langsung.  Ada sebuah frekuensi yang menghubungkan antara setiap bagian tersbeut, sehingga pikiran tidak lagi hanya mendapatkan input informasi dari panca indera belaka, melainkan dari bagian hati/jiwa dan ruhani. Inilah pencerahan.

Seringkali yang terjadi adalah hubungan antara ke 3 bagian tersebut tidak konstan, tidak bisa selalu terjadi, salah satu sebabnya adalah timbunan energi negatif. Energi negatif ini muncul dari berbagai aktifitas yang dinyatakan negatif oleh pikiran.

Banyak yang tidak setuju, bahwa realita kehidupan tidak bisa direncanakan. Tapi, marilah kita lihat hidup kita saat ini, hidup kita saat ini adalah hasil dari apa yang kita kerjakan di saat yang lalu, baik itu aktifitas berpikir ataupun tindakan nyata lainnya. Saya yakin bahwa kehidupan kita semua ini, sangatlah baik dan terencana, tidak random, mengacak.  Jika kita  membiarkan hidup kita mengalir apa adanya tanpa adanya perencanaan yang yang jelas maka kita akan melahirkan ketenangan sesaat dengan ketidakpastian di masa yang akan datang. Tapi jika kita membiasakan diri untuk merencanakan kehidupan maka kita juga akan memperoleh ketenangan karena kejelasan peta hidup di setiap harinya, setiap bulannya, setiap tahunnya. Keduanya menghadapai ketidak pastian, namun pilihan kedua ( hidup dengan perencanaan ) telah “menanam” sesuatu yang secara logika dapat diperkirakan hasilnya di masa depan. Sama-sama tidak ada beban. Pilihan pertama mengalir tapi tanpa pengharapan, sedangkan pilihan kedua memiliki proyeksi masa depan, proyeksi mengenai bagaimana realita kehidupan bisa terjadi.

Mereka yang terbiasa merencanakan kehidupan biasanya akan memiliki karakter yang rapi dan juga terencana. Beberapa klien saya, bukan hanya klien saya saja. Saya saja, pada saat bangun tidur akan emrasakan kegalauan yang luar biasa bila saya tidak tau harus mengerjakan apa di hari tersebut. Banyak diantara klien saya yang galau, dan bingung akan melakukan apa di hari tersbeut. Okelah, masuk akal jika klien saya tersebut merupakan pengangguran. Tapi banyak juga diantara mereka yang seorang profesional bekerja di sebuah instansi atau perusahaan tertentu.

Tapi kenapa mereka masih saja galau? Seolah tidak tau apa yang harus dikerjakan, padahal mereka setiap harinya bekerja. Ini bisa terjadi karena mereka mengalami kebimbangan dalam pekerjaannya, bisa saja mereka sedang ada masalah ditempatnya bekerja. Bisa juga ada masalah keluarga atau masalah lain yang mengganggu. Tapi jika pekerjaan mereka tersebut memang sebuah pekerjaan yang benar benar direncanakan sejak dahulu, maka mereka tidak seharusnya galau mengenai pekerjaan. Mereka seharusnya tau apa yg harus benar benar dikerjakan daam karirnya. Berarti mereka tidak punya perencanaan dalam karirnya.

Nah membangun karakter, merencanakan realita ini adalah sebuah program yang berupa perencanaan hidup berbasis ketenangan dan kedamaian dalam diri. Jika ketenangan dan kedamaian diri bisa tercapai maka kita bisa mendapatkan pencerahan, peningkatan kesadaran yang membuat kita bisa memilih. Memilih jalan hidup kita, memilih untuk merencanakan hidup kita sendiri.

Hal ini juga sudah saya paparkan dalam artikel say sebelumnya yang berjudul Membuat rencana hidup berdasarkan hukum kompensasi

Kita belajar memilih keinginan, kita memilih benda-benda, kita memilih orang-orang, dan kita belajar memilih keadaan-keadaan.

Jika kita mau menelusuri, apapun yang ada di dalam hidup kita saat ini dan apapun yang ada di sekitar kita, itu adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Kenyataan kehidupan adalah bangunan yang kita tegakkan sendiri sejalan dengan perjalanan waktu.

Ketika kita memilih maka kita telah menetapkan sesuatu dan mengabaikan yang lain. Kita menetapkan sesuatu berdasarkan tingkat kepentingan hidup kita dan berdasarkan keinginan kita. Semua itu kita lakukan setiap saat dan setiap waktu, dari momen ke momen hingga sekarang.

Kita dengan sangat yakin akan mengatakan bahwa kita telah memilih, jika realita hidup kita sedang mencerminkan keberdayaan, kebahagiaan, atau keberhasilan. Kita akan mulai meragukan diri kita sendiri, jika realita kehidupan sedang bergulir sebaliknya; tak berdaya, tak berbahagia, atau dipenuhi dengan kegagalan. Kita lupa bahwa tentang dua macam realita hidup itu kita sendirilah yang telah memilihnya.

Kita sebenarnya telah menciptakan sendiri realita hidup kita. Hanya saja, kita mungkin lupa bahwa kita telah mengembangkan sikap dan perilaku yang mendukung realita itu. Kita mungkin tidak sadar bahwa telah melatih semua itu dengan tekun dari waktu ke waktu dengan pola pikir dan pola rasa yang memang mengarahkannya ke sana. Kita perlu menyadari bahwa diri kita bukan tidak mampu, melainkan terlanjur salah menggunakan kemampuan. Kemampuan kita dalam menciptakan realita kehidupan ini tidak kita sadari. Tergunakan secara tidak sadar.

Saya ingin menceritakan salah satu klien saya yang sedang mencari jodoh. Sebenarnya klien saya ini sudah mempunyai target, seorang wanita yang ingin dijadikannya sebagai istri. Untuk mulai berusaha mendekati wanita ini si klien punya kebimbangan. Setelah saya ajak bicara dan saya berikans ebuah metode untuk bisa memahami kebimbangannya akhirnya si klien ini sadar. Dia bimbang karena tidak yakin berhasil. Kenapa tidak yakin berhasil? Karena dia tidak tau apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan impiannya dalam menjadikan wanita tersebut istrinya. Kenapa tidak tau apa yang harus dilakukan? Karena tidak punya rencana. Nah..akhirnya si klien ini berusaha membuat action plan. Apa saja yang harus dikerjakan untuk mewujudkan rencananya tersebut. Nah ketika ini sebenarnya dia mulai membangun karakter yang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.

Karakter yang sebelumnya adalah karakter yang tidak terencana, random/acak, sporadis dalam melakukan pendekatan dengan wanita.

Ketika rencana sudah mulai dibuat, dan secara konsisten dia berusaha untuk menjalankan rencananya tersebut, maka sesungguhnya ini adalah sebuah usaha  si klien dalam melayakkan diri dalam menerima kebaikan dari Yang Maha Kuasa. Si klien berusaha mencari tau seperti apa targetnya, seperti apa wanita pujaannya tersbeut. Kemudian dengan informasi ini dia berusaha untuk mendekati wanita tersebut.

Kemudian ketika rencana sudah mulai ada, maka si klien juga bisa menggunakan kekuatan pikirannya. Dia akan tau apa yang harus dipikirkan, disinilah kekuatan pikiran manusia akan bisa mulai bekerja. Anda bisa membaca mengenai semua artikel saya yang berhubungan dengan : potensi kekuatan pikiran manusia.  Membangun karakter ini adalah sebuah modal untuk masa depan yang terencana. Apa yang kita proyeksikan untuk masa depan kita? Atau hanya kita biarkan masa depan tidak terencana ? Pilihannya ada pada anda sendiri. 

Selasa, 15 Maret 2016

Sekolah karakter untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup

Bagaimana cara mendapatkan kesuksesan hidup melalui sekolah karakter?  Kenapa saya memilih untuk fokus kepada karakter dan sikap dibandingkan dengan jenis ilmu spiritual yang lain? Nantinya, perencanaan yang saya buat sedari sekarang akan memasuki sebuah tahap dimana saya akan membuka sekolah, baik untuk tingkat dasar, tingkat menengah ataupun tingkat perguruan tinggi.

Sekolah ini akan berfokus kepada pengembangan diri, pada tingkatan fisik – pikiran – jiwa(hati) – nurani, Inilah yang saya maksudkan sebagai sekolah karakter. Semua ilmu spiritual energi yang saya dapatkan ternyata hasilnya akan terekspresikan sebagai karakter dan sikap pada diri. Karakter dan sikap inilah yang pada akhirnya akan menjadi magnet bagi kehidupan yang lebih baik. Apakah anda tau apa yang dimaksud dengan karakter dan sikap? Saya sudah tuliskan di artikel saya sebelumnya mengenal hal tersebut : Karakter diri dan sikap

 Saat ini materi yang ada sudah saya kumpulkan dan menjadi 5 program utama.  Program level 4 dan 5 adalah program yang secara fokus saya gunakan untuk membentuk karakter dan sikap. Semua program saya ini adalah program jarak jauh, tanpa tatap muka. Ilmu energi spiritual nusantara membuat saya mampu untuk membuat program jarak jauh ( eLearning Program ) ini, energi adalah sebuah sarana untuk bisa mempercepat munculnya kesadaran yang akan membantu merubah dan membentuk karakter dan sikap kita.

 Beberapa peserta program mendapatkan begitu banyak perubahan yang sepertinya instan dalam awal awal program, ini salah satu testimoni yang diberikan oleh salah satu peserta program. Testimoni seperti ini banyak didapatkan oleh para peserta program, bahkan peserta progran level 1 sampai 3 pun mendapatkan banyak perubahan.


Tapi apakah perubahan itu bisa merubah karakter dan sikap dalam jangka panjang? Apakah benar karakter dan sikap para peserta program bisa berubah?

Tentunya tidak bisa, jika tidak dilatih dan dibiasakan. Hasil yang didapat pada saat awal adalahs ebuah hasil dari tahap eprtama, yaitu pembersihan energi negatif, dengan dibersihkannya energi negatif dari dalam diri, maka kesadaran akan muncul, kesadaran ini yang saya sebut sebagai kesadaran jiwa tenang, kesadaran jiwa tenang akan membuat kita lebih mudah mengontrol fungsi kerja hati dan pikiran, pikiran akan menjadi lebih mudah untuk berpikir positif.

Energi negatif yang berasal dari aktifitas kita sebelumnya akan menempel dan menghalangi frekuensi yang menghubungkan antara ruhani – jiwa – pikiran, menurut saya, kesadaran adalah sebuah kondisi dimana pikiran dapat terhubung kepada jiwa dan selanjutnya kepada ruhani. Pencerahan, biasanya muncul dimana pikiran kita mendapatkan input informasi dari jiwa dan ruhani. Proses kerja pikiran yang menghasilkan asumsi akan mendapatkan tambahan informasi dari jiwa dan ruhani. Tambahan informasi ini akan menjadi sebuah pencerahan.

Pencerahan ini adalah sebuah rahasia potensi diri, anda bisa membaca mengenai ini pada artikel saya yang berjudul Rahasia Potensi Diri

Bagaimana agar proses tercerahkan ( proses terhubungnya antara pikiran – jiwa – nurani ) bisa menjadi karakter dan terekspresikan sebagai sikap ? Proses tercerahkan tersebut bisa dijelaskan dengan gamblang menggunakan sudut pandang spiritual science. Jika kita membiasakan diri untuk melakukan sebuah aktifitas kecil dalam jangka waktu tertentu maka kita akan membuats ebuah kebiasaan, dengan sebuah tehnik tertentu maka kebiasaan ini akan menjadi karakter diri kita, jika kita sudah bisa memahami dengan baik kebiasaan ini, maka karakter ini akan terekspresikan keluar diri kita dan bisa dirasakan oleh orang orang disekitar kita, inilah yang saya sebut sebagai sikap.

Pada tahap awal, sekolah karakter ini akan menjadi sebuah program eLearning ( Program pembelajaran jarak jauh ) pada waktunya nanti ini akan menjadi program yang bisa diakses jarak jauh ataupun tatap muka di kampus saya.

Pendidikan untuk membentuk karakter dan sikap cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan.

Pembentukan karakter ini meliputi 3 unsur, yaitu fisik, pikiran dan jiwa, ketiga unsur ini bisa dipadatkan dengan sarana energi, sehingga peningkatan kesadaran bisa lebih mudah didapat. Jika kita bisa mendapatkan peningkatan kesadaran maka kita akan bisa berkembang sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahluk spiritual. Mahluk spiritual yang sebenarnya bisa menata fisik, pikiran dan hatinya. Sehingga bisa mendapatkan banyak pemahaman dari Alam Semesta, dari setiap kejadian yang didapatkan dalam perjalanan hidupnya. Mengenai peristiwa dan kejadian dalam hidup yang terkadang menghasilkan sebuah amsalah, anda bisa membaca referensinya pada : 12 hukum alam semesta . Jika ini bisa kita dapatkan, maka kita akan bisa memiliki kualitas diri yang baik, yang membuat kita bisa.

Harus kita alami sendiri secara langsung melalui pengalaman dalam perjalanan kehidupan kita.
Dari motif akan membuahkan kebiasaan dan akhirnya akan menjadi karakter. Motif dalam kaidah hukum menentukan seseorang dihukum berat atau tidak berdasarkan apa yang dilakukannya. Sebagai contoh, orang yang membunuh dengan sengaja dan penuh perencanaan akan dihukum lebih berat daripada orang yang tidak sengaja membunuh atau dalam rangka pembelaan. Hasilnya sama adanya objek yang terbunuh, akan tetapi berbeda hukumannya. Sama halnya dengan menjalani hidup, orang yang ingin sukses tanpa sengaja merencanakan dan menargetkan kesuksesannya tidak akan bertahan lama kebahagiaanya bahkan kebingungan dengan akhirnya melahirkan ketakutan.

Karakter inilah yang kemudian melahirkan karakter negatif dengan mencari sukses instan yang menghalalkan segala cara dalam menempuh kesuksesannya. Bahayanya lagi jika orang-orang yang memiliki karakter negatif ini menguasai managemen dan kebijakan pemerintahan sebuah bangsa maka bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi pada perkembangan bangsa tersebut. Oleh karena itu, sekolah karakter yang coba saya kembangkan menitik beratkan pada kesadaran sehingga bisa memilih dan memiliki karakter positif, karakter positif  adalah karakter emas yang sangat berharga nilainya dan dicari oleh banyak orang. Pastikan kita memiliki karakter emas tersebut dan mulailah dari apa yang menjadi kebiasaan kita saat ini juga, karena sukses masa depan kita ditentukan oleh kebiasaan kita saat ini.

Karakter bermula dari kebiasaan, contohnya orang yang selalau mencoba ketika ia gagal, maka ini akan melahirkan karakter yang gigih dan pantang mundur sampai keberhasilan datang.
Kenapa saya mementingkan sekolah karakter ini? Apa pentingnya karakter positif ini ? Pentingnya membentuk karakter positif Tujuan dari dimilikinya karakter positif adalah sebuah kesuksesan. Ibarat lahan tanah, karakter merupakan lahan yang gembur dan subur untuk tumbuh berkembangnya berbagai macam bibit kiprah dan karir, sehingga pada suatu hari nanti akan berbuah lebat dan banyak yaitu buah kesuksesan.


Jika anda tertarik untuk memiliki karakter yang bisa menjadi magnet kesuksesan hidup, anda bisa mengikuti sekolah karakter atau saya sebut sebagai program solusi super sukses level 4 dan 5. Anda bisa mengikuti program ini lewat metode pembelajaran eLearning, program jarak jauh. Anda akan saya dammpingi dan saya latih untuk bisa menyadari dan memahami diri anda sendiri, sehingga anda bisa menghilangkan karakter dan sikap yang menghambat dan membuat karakter an sikap yang tepat yang membuat anda semakin sukses dari waktu ke waktu. Bonusnya adalah anda akan bisa memanfaatkan semua potensi energi yang ada di dalam diri anda, dan menggunakan kekuatan pikiran dan hati. Silahkan langsung kontak saya melalui hp/w.a di +62813.3166.3166 atau email : ankgha@gmail.com

Selasa, 01 Maret 2016

Karakter Diri dan Sikap

Kenapa saat ini semua program saya mementingkan pembentukan karakter dan sikap? Karena karakter diri dan sikap ini adalah sebuah hal yang utama, karakter diri dan sikap adalah sebuah ekspresi dari pikiran dan hati kita.

Karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter diri dan sikap seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.

Pengertian sikap (attitude) adalah perasaan ( ini terjadi di dalam hati/jiwa/rohani ), pikiran ( ini terjadi di dalam otak ) , dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Komponen-komponen sikap adalah pengetahuan. perasaan-perasaan, dan kecenderungan untuk bertindak. Dalam pengertian yang lain, sikap adalah kecondongan evaluatif terhadap suatu objek atau subjek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana seseorang berhadap-hadapan dengan objek sikap. Tekanannya pada kebanyakan penelitian dewasa ini adalah perasaan atau emosi. Sikap yang terdapat pada diri individu akan memberi warna atau corak tingkah laku ataupun perbuatan individu yang bersangkutan. Dengan memahami atau mengetahui sikap individu, dapat diperkirakan respons ataupun perilaku yang akan diambil oleh individu yang bersangkutan.


Apa hubungan antara hati – pikiran – sikap dan karakter diri ?

Berawal dari hati/jiwa/rohani yang merupakan fitrah manusia yang mengandung sifat-sifat dasar yang diberikan oleh Tuhan dan memiliki potensi energi yang dapat memancar dan ditumbuhkembangkan. Dapat kita gambarkan bahwa hati  yang merupakan potensi itu adalah dapat disamakan dengan sebuah batu permata yang belum terbentuk, yang perlu dipotong, diasah dan digosok untuk dapat memancar sebagai permata yang bersinar.

Memotong, mengasah dan menggosok adalah wujud dari pembangunan karakter, dimana ada pengaruh lingkungan, ada upaya mengaktualisasikan potensi dari dalam ( mengenai potensi diri ini anda bisa membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul : Mengembangkan Potensi Diri – Hukum Polaritas ) serta adanya internalisasi nilai-nilai dari luar. Ini yang akan menghasilkan karakter diri atau batu permata yang bersinar secara cemerlang. Karakter Diri dan Sikap inilah yang akan melandasi sikap dan perilaku kita yang dapat menghasilkan tampilnya perilaku seperti budi pekerti ataupun akhlak maupun penampilan bermoral yang memiliki daya juang untuk mencapai suatu tujuan yang mulia.

Jadi, seorang yang berkarakter tidak cukup hanya sebagai seorang yang baik saja, tetapi orang berkarakter adalah orang yang baik ( tenang jiwanya ) , mampu menggunakan nilai baik ( potensi energi ) tersebut melalui suatu daya juang mencapai tujuan mulia yang dicanangkan. Inilah yang saya sebut sebagai visi kehidupan, mengenai visi kehidupan anda bisa membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul Tujuan Hidup Manusia ). 

Karakter Diri dan Sikap ini adalah sebuah ekspresi dari hati. Hati atau jiwa yang tenang dapat memunculkan karakter yang baik, apalagi jika dilatih dengan cara yang tepat. Bisa saya katakan jika karakter dan sikap ini adalah sebuah hasil dari melakukan sebuah kegiatan kecil yang dilakukan berulang kali sehingga menjadi kebiasaan.

Jika ingin hidup sukses lahir dan bathin, jiwa dan raga, maka tidak ada pilihan bagi kita selain membentuk kebiasaan sukses. Yakni kebiasaan kebiasaan yang bisa membawa kita pada kesuksesan.
Kebiasaan adalah sebuah kekuatan luar biasa yang membentuk karakter diri dan sikap seseorang sehingga bisa mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya. Kebiasaan yang baikdan produktif akan membuat karakter dan sikap yang tepat, yang akan bisa mengakomodir datangnya keberhasilan dalam hal yang diinginkan, dalam mencapai misi hidupnya, menggapai visi hidup yang hakiki.

Kebiasaan yang buruk bisa menyebabkan turunnya produktifitas, matinya kreatifitas, dan pada gilirannya menjadi faktor penghambat kesuksesan hidup. Jika kita terbiasa bermalas malasan duduk di sofa empuk sembari makan camilan, jangan pernah berharap keberhasilan akan datang. Untuk berhasil diperlukan usaha dan kerja keras. Dan kita bisa bekerja keras karena terbiasa, selanjutnya kita akan bisa bekerja dengancerdas, tidak hanya mengandalkan otot dan pikiran saja, tetapi juga memanfaatkan pitensi energi yang ada di dalam diri kita. Tanpa kebiasaan kerja keras yang cerdas, maka rintangan sedikit saja akan membuat kita cepat berhenti berusaha. Agar kerja keras bisa menjadi kerja keras yang cerdas maka mulailah untuk membuat perencanaan. Buatlah perencaan mengenai visi dan misi hidup, kemudian kembangkan dan tulislah pada sebuah jurnal. Kenapa anda harus memiliki rencana? Anda bisa membacanya di artikel saya sebelumnya : Membuat Rencana Masa Depan Yang Lebih Pasti

Karakter diri dan sikap adalah sebuah hasil dari kebiasaan yang kita lakukan selama bertahun tahun. Kerja keras yang cerdas merupakan sebuah strategi jitu yang bisa muncul karena ketenangan yang ada di dalam diri kita.

Bagaimana cara untuk memiliki karakter diri dan sikap yang tepat yang bisa menjadi magnet kesuksesan? Untuk mempunyai karakter diri dan sikap yang tepat maka mulailah dari membuat sebuah kebiasaan. Bagaimana kita berjalan, bagaimana kita berbicara, bagaimana kita bersikap, bagaimana kita berpikir, bagaimana kita merasakan, sebagian besarnya tergantung kebiasaan.

Rabu, 24 Februari 2016

Pembentukan karakter dengan kebiasaan Rileks dan Tenang

Dari banyak klien yang mengikuti program saya, sebagian besar tidak paham kenapa masalah terjadi pada kehidupan mereka. Tanpa sadar juga mereka membuat sebuah kebiasaan dalam kesehariannya. Banyak yang tidak memahami secara komprehensif bagaimana kehidupan ini berjalan. Karena itulah, semua program saya diawali dengan pembentukan karakter dengan kebiasaan.

Saya memberikan sebuah latihan dengan metode Rileksasi Energi. Latihan  ini dilakukan sesering mungkin pada setiap harinya.  Tujuan dari latihan ini adalah membuat setiap peserta memiliki sebuah kebiasaan untuk bisa rileks dan tenang. Kenapa harus Rileks dan Tenang? Kenapa pembentukan karakter dengan kebiasaan untuk selalu Rileks dan Tenang yang saya jadikan awal dari setiap program saya?

Apa yang dimaksud dengan karakter dan sikap? anda bisa membaca mengenai ini di artikel saya : Karakter Diri dan Sikap 

Karakter Tenang menjadi sesuatu yang dibutuhkan tiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang memiliki karakter Tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang tenang akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami.

Rileks dan Tenang adalah sebuah kondisi yang membuat kita bisa memahami pikiran dan hati kita sendiri. Rileks adalah sebuah kondisi yang ada pada fisik kita, kondisi fisik yang rileks akan memudahkan kita untuk bisa masuk ke dalam kondisi tenang. Kondisi tenang ini sebenarnya ada pada jiwa/hati/rohani kita. Jika kita bisa tenang, maka kita akan bisa lebih mudah menyadari pikiran. Ini adalah sebuah proses yang mirip dengan metode meditasi atau tafakur. Proses ini akan lebih efektif dan efisien karena menggunakan sarana energi.

Energi yang digunakan adalah energi yang ada di dalam diri setiap peserta, dalam metode rileksasi energi ini akan ada beberapa afirmasi yang diucapkan di dalam hati. Afirmasi ini sebenarnya dalah sebuah kata kata yang memicu aktifnya energi yang ada di dalam diri peserta. Afirmasi ini saya buat dengan menggunakan metode Program Setting dari ilmu Energi Spiritual Nusantara. Jika afirmasi ini diucapkan akan ada energi dari programn setting afirmasi tersebut yang aktif, ketika energi ini aktif maka akan memicu aktifnya energi yang ada di dalam diri setiap peserta.

Dimulai dari afirmasi dengan kata “RILEKS” ..energi yang muncul dari kata Rileks ini akan membuat fisik semakin mudah untuk bisa nyaman dalam setiap tempat dan kondisi. Afirmasi ini adalah juga sebuah sugesti bagi pikiran. Dalam ilmu NLP maka setiap kata tersebut mempunyai arti yang dipahami secara berbeda oleh pikiran kita. Apalagi jika afirmasi ini diberikan setting program energi. Maka efektifitasnya akan menjadi jauh meningkat. Membuat setiap peserta melakukan self hipnosis sehingga fisiknya menjadi mudah rileks.

Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa kita tidak memiliki  kebiasaan ( silahkan baca artikel saya sebelum ini : Membangun karakter diri dengan  kebiasaan ) untuk bisa membuat tubuh menjadi rileks, Mungkin jika kita sedang berada dirumah, bersantai dengan keluarga, tanpa sadar kita bisa rileks, tapi apakah kita bisa rileks jika sedang dalam kesibukan beraktifitas? Jika fisik tidak rileks maka akan semakin sulit bagi kita untuk bisa menyadari pikiran kita sendiri. Jika kita membiasakan diri untuk rileks maka kita akan memiliki sebuah kebiasaan/habbit. Langkah selanjutnya, kita bisa lebih menyadari pikiran kita dalam setiap kondisi. Nah, inilah yang akan membuat kita memulai sebuah proses untuk Pembentukan karakter dengan kebiasaan Rileks dan Tenang.

Proses selanjutnya dalam Rileksasi Energi adalah masuk ke dalam Jiwa Tenang. Jiwa/hati ini letaknya lebih dalam dibandingkan dengan pikiran kita. Jiwa/hati adalah sebuah bagian tubuh yang bersifat etherik ( bio-plasmik/bio-listrik  ) .

Tubuh eterik mempunyai bentuk seperti tubuh fisik. Bagaikan kembaran tetapi lebih besar dari tubuh fisik. Bagian tubuh ini disebut Bio-listrik di dalam dunia kedokteran.Tubuh eterik ini sangat penting karena seluruh energi kehidupan dan energi dari Alam Semesta mengalir masuk melalui tubuh eterik ke tubuh fisik, sehinga tubuh fisik dapat melangsungkan kehidupannya. Tubuh eterik juga merupakan suatu jembatan penghubung untuk menyampaikan gelombang-gelombang pikiran danperasaan dari lapisan tubuh astral ke tubuh fisik yang lebih padat dan kasat mata. Tanpa tubuh eterik, ego manusiapun tidak dapat menggunakan sel-sel otaknya.

Hati yang sifatnya eterik ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata seperti organ tubuh yang lain. Salah satu bagian dari hati adalah jiwa tenang. Jika kita bisa masuk ke dalam kondisi Jiwa Tenang yang letaknya lebih dalam dibandingkan jiwa ego, amarah dan keinginan atau bahkan pikiran, maka kita bisa mulai menyadari bagian bagian dari jiwa atau pikiran yang lebih luar ( karena lebih dalam, tentunya frekuensinya lebih rendah ). Supaya lebih paham, anda bisa melihat gambar berikut ini.


Dalam gambar tersebut terlihat hati/jiwa terletak jauh lebih dalam dibandingkan dengan pikiran. Tempat dari hati/jiwa ini ada di bagian batang otak.

Proses ini sebenarnya hampir sama dengan Ritual Meditasi dan Tafakur, supaya hasilnya lebih optimal maka saya menggunakan energi sebagai sarana untuk masuk ke bagian pikiran, alam bawah sadar dan kemudian bagian hati/jiwa/rohani.

Afirmasi : “…Tenang…”  akan mengaktifkan energi yang membawa masuk ke frekuensi Jiwa Tenang ( sebelumnya : afirmasi “rileks” sudah membuat fisik menjadi rileks dan kemudian energi tersebut akan membawa masuk ke dalam frekuensi Alam Bawah Sadar ) dan membuat otak menerima input sugestif yang membuat Tenang.

Manfaat masuk ke Dalam kondisi jiwa tenang ini adalah :
  1. Dapat menyadari bekerjanya pikiran/hati.
  2. Bisa Paham dengan pola kerja pikiran/hati
  3. Bisa me-Milah Pikiran/hati
  4. Bisa me-Milih apa yang harus dipikirkan(pikiran) dan dirasakan(hati)
  5. Bisa memanfaatkan Energi Kekuatan Pikiran dan Hati, Hukum Tarik Menarik ( The Law Of Attraction ) 
Jika sudah bisa masuk ke dalam Jiwa Tenang, maka kita akan dapat menebarkan Kedamaian ke sekitar kita, afirmasi “Damai” adalah sebuah pin energi yang bisa digunakan untuk menebarkan energi pink -  kasih sayang dengan berbagai macam kualitas atau level untuk bermacam macam kegunaan.

Energi Kasih Sayang yang kadang kadang bisa dilihat oleh beberapa orang dengan warna merah muda ( pink ) dan dirasakan sebagai ketenangan, kenyamanan dan kedamaian ini sebenarnya ada di Pusat Energi Dada ( Referensi : Chakra Anahata ) . Pengaktifan chakra anahata ini sangatl sulit untuk dilakukan secara mandiri, dibutuhkan energi dari luar sebagai pemantik atau pemicunya, Pin energi “damai” akan membantu anda memicu chakra anahata agar bisa aktif dan memancarkan energi kasih sayang.

Melalui Rileksasi Energi level 1 ( Referensi : Cara Melakukan Rileksasi Energi Level 1 ) kita akan bisa memanfaatkan energinya untuk kegunaan tertentu. Rileksasi Energi Level 2 akan lebih berfokus ke Energi dari Chakra Anahata ini.

Pembentukan Karakter dengan Kebiasaan Rileks dan Tenang ini bisa didapatkan dengan cara yang relatif mudah bagi mereka yang rajin melakukan latihan Rileksasi Energi. Karakter tenang akan memunculkan sikap yang selalu tepat dengan kondisi yang dihadapi. Sifat tenang, dan perlahan-lahan tentu tidak identik dengan kelambanan sehingga melewati deadline, namun ia bergerak secara tertata. Demikian pula sifat tergesa-gesa; ia harus dibedakan dengan sikap positif dan penuh percaya diri, yang kadang ditampilkan dan dikesankan dengan bertindak tergesa-gesa dan terburu-buru. Karakter ini perlu ditumbuhkan, cara menumbuhkannya juga dengan latihan ( Ada banyak orang sukses yang sudah memiliki karakter yang bagus sejak kecil, dan ada juga yang merupakan hasil dari kebiasaan, referensi : karakter orang sukses bukan dibuat secara instan )

Orang yang memiliki karakter Tenang akan memiliki sikap yang lembut dan kalem, kemudian mempunyai konsentrasi yang tinggi untuk menata dirinya agar lebih baik. Ia kelihatannya berada dalam kebisuan, tapi pikirannya bergerak dinamis, respond hatinya selalu bisa ditata dengan baik, sehingga seluruh potensi energi yang ada di pikiran dan hatinya bisa digunakan.  Ia dapat bertindak dengan pikiran dan hati yang tertata dengan baik. Biasanya orang yang seperti ini menjadi sangat bijaksana. Kalau teori manajemen modern merekomendasikan bahwa sebuah manajemen yang baik harus mengandung unsur POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling), maka seorang yang memiliki karakter Tenang, dan tidak tergopoh-gopoh akan memiliki kesempatan yang penuh untuk melakukan controlling, baik terhadap dirinya sendiri sehingga realitas kehidupannya sendiri akan menjadi tertata. Pembentukan Karakter dengan Kebiasaan Rileks dan Tenang ini akan memiliki hasil yang optimal jika anda juga bisa dihapuskan energi negatifnya melalui program penghapusan energi negatif yang ada di dalam setiap program saya. 

Jumat, 19 Februari 2016

Membangun Karakter Diri dengan Kebiasaan

Tema membangun karakter diri ini adalah salah satu tema yang ada dalam program saya di level 5. Menurut saya, karakter adalah sebuah hasil dari berlatih, berlatih membiasakan diri untuk tujuan tertentu. Tentunya tujuan ini harus dijabarkan lebih lanjut. Ada tujuan jangka panjang, misalnya tujuan hidup, ada juga tujuan jangka pendek, misalnya…sebuah tujuan, untuk membuat sebuah kebiasaan tertentu.

Mereka yang ingin lebih terencana dalam hidup tentunya harus memiliki sebuah kebiasaan menulis dan merencanakan, sekaligus mengukur pencapaiannya. Ini sebenarnya bisa didapatkan andaikata kita melakukan Ritual Tafakur dan Meditasi dengan tepat. Karena, bagi saya, inti tafakur dan meditasi adalah membangun karakter diri ini. Selalu melakukan introspeksi diri, agar setiap tindakan yang dilakukan selaras dengan apa yang menjadi tujuan hidup kita. Jika kita punya tujuan, tentunya kita juga memiliki rencana kan, Dalam perencanaan ini kita akan membuat sebuah garis besar haluan kehidupan kita sendiri. ( referensi : Membuat Rencana Hidup ).

Sebagian besar hidup kita dikendalikan oleh kebiasaan. Kebiasaanlah yang membentuk diri kita. Karakter, Sikap dan Perilaku kita sehari hari terbentuk karena kebiasaan yang dilakukan berulang ulang. Tubuh kita menjadi sehat, karena kebiasaan. Kebiasaan makan yang kita miliki dan kebiasaan olah raga yang kita lakukan.


Kegiatan kecil yang kita lakukan secara berulang akan membuat sebuah kebiasaan. Hal inilah yang menjadi dasar dalam Membangun karakter diri. Kalau kita berpikir bahwa semua tindakan yang kita lakukan setiap harinya merupakan “hasil pembuatan keputusan” yang dipertimbangkan dengan baik, anggapan itu bisa jadi tidak tepat. Sebab sebagian besar “hasil pembuatan keputusan” tersebut terjadi tanpa melibatkan keputusan sadar kita. Tindakan tindakan tersebut merupakan kebiasaan. Ini bisa berarti juga : kita sebenarnya tidak benar-benar membuat keputusan dalam melakukan tindakan tersbeut. Kebiasaanlah yang telah membimbing kita untuk melakukan tindakan tersebut, sebagaimana apa yang telah menjadi kebiasaan kita.

Apa yang dimaksud dengan karakter dan sikap? anda bisa membaca mengenai ini di artikel saya : Karakter Diri dan Sikap   dan bagaimana dasar dari pembentukan karakter dan sikap ? Kalau untuk ini anda bisa membacanya di : Pembentukan karakter dengan kebiasaan rileks dan tenang

Karena hal inilah dalam program program di level dasar saya membiasakan setiap peserta untuk melakukan Rileksasi Energi ( referensi :  Rileksasi Energi  ) se-sering mungkin. Karena rileksasi energi adalah sebuah metode untuk membuat kita lebih tenang, lebih memahami pikiran dan hati kita. Ini adalah sebuah dasar agar kita bisa melakukan Introspeksi diri dengan lebih baik lagi.

Nah di level yang selanjutnya, saya akan membimbing agar proses introspeksi diri tersebut bisa dilakukan lebih terfokus. Karena, kita juga harus paham, apa saja yang perlu dirubah dan kapan perubahan itu harus dilaksanakan, selanjutnya adalah menentukan batasan waktunya. Batasan waktu itu diperlukan agar kita punya target. Jika tidak, “kebiasaan” kita untuk mengulur waktu, memperlama waktu akan aktif, lama kelamaan ini akan membuat kemalasan.

Kagiatan membangun karakter diri ini bukanlah sebuah hal yang instan, beberapa klien meminta ini dilakukan secara instan, tapi maaf sekali, saya tida paham bagaimana cara yang instan dalam merubah karakter dan sikap ini. Ada yang menginginkan kegiatan membangun karakter diri ini dilakukan dengan cara yang tidak terlalu direncanakan, mengikuti aliran air saja, karena bagi mereka ini menjadi tidak menyenangkan tidak nyaman. Karena mereka mempunyai kebiasaan dalam membiarkan segalanya berjalan apa adanya ( seolah olah ini adalah sebuah kegiatan yang mengikuti irama alam, tapi tanpa sadar mereka mengikuti ego kemalasannya saja ). Beberapa orang ada yang berhasil dengan cara ini, membiarkan diri mereka mengikuti alur saja, tapi saya yakin, mereka yang berhasild engan cara ini memiliki sebuah bakat yang berbeda dibandingkan orang lain, nah bagaimana dengan orang lain yang tidak memiliki bakat seperti ini? Nah…karena inilah saya lebih memilih pendekatan yang bisa memanfaatkan bakat dan potensi yang ada di dalam diri setiap orang. Bukan hanya dimiliki sebagian kecil orang saja.

Waktu dulu sekolah dan kuliah, saya mengidolakan sekali michael jordan, banyak sekali rekor dan prestasi yang telah dicetaknya. Suatu ketika saya melihat videonya berlatih dalam menembakkan bola ke ring basket. Dan ternyata dia melakukannya dalam repetisi ratusan kali dalam setiap kali latihannya. Woow… yang menajdi pelajaran adalah, dahulu ketika saya melihat prestasinya saya sangat terpukau, bagaimana dia memiliki akurasi tembakan yang bagus sekali, ternyata setelahnya saya baru sadar bahwa selain memiliki bakat yang lebih dibandingkan pemain yang lain, dia mengimbanginya dengan latihan yang keras pula. Michael Jordan Membiasakan diri dalam menembakkan bola ke dalam keranjang, Jika kita melakukan latihan menambakkan bola ke dalam keranjang dari berbagai sudut lapangan dalam repetisi sampai ratusan kali, maka kita juga sama dengan menciptakan sebuah kebiasaan. Dalam pertandingan resmi, kebiasaan ini akan menjadi faktor penentu. Nah, selain Michael Jordan, kita saat ini bisa melihat bagaimana kerasnya Lionel Messi dan Christiano Ronaldo berlatih, lebih dibandingkan dengan rekan rekan se teamnya yang lain.

Jika kita melakukan sebuah tindakan, maka kita akan menciptakan sebuah kebiasaan. Jika kita menciptakan sebuah kebiasaan, maka kita akan membangun karakter diri. Jika kita membangun karakter diri , maka kita akan menciptakan nasib atau merubah jalannya kehidupan kita sendiri.

HATI membentuk pikiran, PIKIRAN membentuk pemahaman atau 'apa yang dipercayai", PEMAHAMAN membentuk kebiasaan, KEBIASAAN membentuk karakter, dan akhirnya KARAKTER secara permanen nampak dalam SIKAP (tingkah laku) kita.

Mengapa perubahan karakter harus dimulai dari hati?

Hati adalah pusat yang mengendalikan segala kemauan kita. Orang Ibrani menyebutnya dengan lev dan orang Yunani menyebut dengan kardia. Hati ini adalah sebuah organ etherik ( kasat mata/holografik ) hati akan sangat dekat dengan Ruhani, dimana Ruhani adalah tempat di mana Tuhan bertahkta dan memerintah hidup seseorang.

Rileksasi Energi adalah sebuah cara untuk terhubung dengan Jiwa/Hati Tenang. Potensi energi yang ada dibagian hati ini sangat luar biasa, jika kita mampu memanfaatkannya untuk membersihkan hati/jiwa/rohani dan memperkuat sistem kerja pikiran ( referensi : kekuatan pikiran manusia ) maka kita akan bisa mengirim program pikiran dan hati melalui sarana energi ke alam semesta, sehingga alam semesta akan merespond dengan program energi yang termanifestasikan sebagai kejadian kejadian yang seusai dengan rencana yang kita buat.

Setiap program saya akan menggunakan potensi energi yang ada di dalam diri setiap peserta, ketenangan hati, mudahnya menata pikiran, akan membuat karakter dan sikap kita menjadi baik, menjadi sebuah magnet keberhasilan diri. Dengan cara ini juga kita akan membuat energi yang ada di dalam diri kita menjadi termanfaatkan secara optimal, efektif dan efisien. Bagaimana cara kerja energi ini? Anda bisa membaca mengenai energi ini pada artikel saya : 12 hukum energi alam semesta  

Membangun karakter diri ini tidak mungkin bisa dilakukan secara instan ( referensi : Karakter Orang Sukses tidak dibuat secara instan ) haruslah dilatih dengan benar. Dan diukur hasilnya dalam satu satuan waktu tertentu. Kebiasan kebiasaan yang akan dibuat dalam program adalah sebuah kebiasaan yang dirancang untuk tujuan tertentu, untuk  karakter tertentu.

Sebuah kebiasaan, tidak hanya menyangkut aktifitas fisik saja, aktivitas jiwa/hati/mental pun menunjukkan gejala yang sama. Apa yang kita pikirkan dan rasakan secara rutin, berulang ulang, selanjutnya akan berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini akan menimbulkan respond otomatis dalam berbagai kesempatan. Jika kita terbiasa berpikir positif, misalnya, maka fakta atau kejadian apapun yang kita hadapi, maka pikiran positiflah yang akan muncul. Bila kebiasaan kita adalah tenang, maka kita akan bisa merespond setiap kondisi dengan tepat. Jadi bisa juga dikatakan tepat, apabila kehidupan ini dianggap sebagai kumpulan kebiasaan. Segala karakter dan sikap kita saat ini, adalah hasil dari kebiasaan yang kita lakukan setiap hari dan setiap kesempatan. Jika kita ingin membangun karakter diri yang mengakomodir kesuksesan, maka kita harus mulai melatih diri, membuat kebiasaan, dan ini haruslah kita lakukan dengan perencanaan yang matang.


Selasa, 16 Februari 2016

Karakter orang sukses Bukan Dibuat Secara Instan

Keberhasilan dalam kehidupan merupakan sebuah hal yang tidak instan, tidak datang begitu saja. Tapi merupakan sebuah hasil dari penataan diri yang berlangsung secara terus menerus. Menata diri ini berlangsung secara terus menerus selama hidup. Karakter orang sukses bisa terlihat dari hal ini.
Saya mengamati dari banyaknya orang orang yang sudah sukses dalam kehidupan, salah seorang diantaranya adalah yang baru saja bisa saya temui, Bapak Aqua Dwipayana, seorang pakar komunikasi yang baru saja sharing ditempat saya. Karakter orang sukses saya lihat ada pada beliau ini.

Selalu menata diri dengan baik, dalam pikiran dan hatinya, tidak heran jika ia menjadi seperti sekarang ini. ( mengenai siapa Bapak Aqua Dwipayana ini anda bisa googling dan melihat perjalanan hidupnya secara langsung dari data data yang ada, bahkan biodata beliau ada di wikipedia).

Ada orang yang melakukan penataan diri sehingga bisa mempunyai karakter sukses, penataan ini dilakukan dengan tanpa sadar. Karena kebiasaan hidupnya memang sedari kecil, dibiasakan oleh kedua orang tuanya, tanpa sadar ini membuat orang tersebut mempunyai karakter sukses. Ada juga yang melakukan perubahan hidup yang sangat luar biasa kerasnya, karena tidak dibiasakan sedari kecil, maka karakter orang orang ini akan tidak mengakomodir untuk datangnya kesuksesan. Nah orang orang ini sangat sadar akan hal tersebut, kemudian mereka berusaha melatih diri dengan keras, baik dari pikiran dan hatinya, ataupun usahanya. Setelah usaha keras tersebut dilakukan selama beberapa saat, maka mereka mempunyai sebuah kebiasaan baru yang berbeda dengan sebelumnya. Walaupun realita kehidupan mereka saat berusaha membuat kebiasaan sukses ini tidaklah mendukung, mereka belum sukses, banyak masalah, banyak tantangan kehidupan yang muncul, dan lain sebagainya, tapi mereka tetap berusaha, tidak mau dikalahkan dengan realita kehidupan saat ini. Mereka berinvestasi untuk masa depan mereka sendiri. Investasi mereka adalah pada Karakter dan sikap.


Apakah kebiasaan yang dibuat melalui sebuah proses yang keras ini membuat seseorang menjadi seolah olah “terpaksa” ? Banyak yang berkata seperti itu, ini adalah “sebuah keterpaksaan”. Tapi menurut saya, keterpaksaan ini dilakukan secara sadar, karena mereka memiliki tujuan tertentu, tujuan yang positif. Dan karena mereka juga menyadari bahwa mereka memerlukan sebuah karakter dan sikap untuk bisa mengakomodir kesuksesan. Jika ada yang merasa terpaksa, biasanya adalah “EGO Kenyamanan” yang muncul dari dalam jiwanya saja ( jiwa = hati ). Mereka merasa terpaksa, seolah olah tidak mau meninggalkan zona nyaman nya saja. ZONA NYAMAN? Ya seolah olah ini adalah zona nyaman. Menurut keilmuan Energi Spiritual Nusantara yang menjadi dasar dari setiap program saya ( Anda bisa melihat seluruh program saya di SOLUSI SUPER SUKSES)  , maka ini adalah masalah penataan jiwa saja. 

Kita tidak sadar bahwa kita dikendalikan oleh Diri Palsu ( jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan ) kemudian energi yang membawa informasi dari jiwa tersebut direspond oleh otak. Pola kerja otak akan memunculkan asumsi negatif. Bisa jadi kita akan merasa tidak mampu, merasa seolah olah tidak mampu, padahal….perubahan atau melatih diri ini belum dilakukan, bila mereka berpikir seperti ini, maka meraka akan membuat kekuatan pikirannya, menarik hal yang sama dengan apa yang dipikirkan ( referensi : Kekuatan Pikiran Positif )

Pada banyak orang sukses yang saya temui, atau saya baca dari buku biografinya, maka kejadian yang seperti saya sebutkan diatas, tidak terjadi. Karakter orang sukses ini sangatlah berbeda dengan orang kebanyakan. Contohnya saja pak Aqua Dwipayana yang tadi baru memberikan pelajaran kepada saya. Dalam kesuksesannya saat ini beliau masih menyempatkan untuk menata diri, masih sempat selalu belajar dalam perjalanan kehidupannya. Bisa dipastikan dalam rutinitasnya yang sibuk, beliau masih sempat membaca buku, masih sempat belajar dari proses berbicara dengan banyak orang.  Kebiasaan beliau mencerminkan karakter orang sukses. Saya yakin bahwa karakter sukses ini bukan sebuah hal yang instan datangnya. Saya yakin beliau berusaha sangat keras dalam menata dirinya sendiri. Dan saya yakin, musuh terbesar dalam proses ini adalah diri kita sendiri.

Bagaimana kita mengkondisikan diri agar asumsi negatif dari pikiran bisa kita sadari? Kalau bisa sadar atas pikiran kita sendiri, maka selanjutnya kita bisa paham, jika sudah paham atas pikiran kita sendiri, maka kita bisa menggunakan kekuatan pikiran kita untuk menarik datangnya kesuksesan di masa yang akan datang ( baca artikel saya : Cara Mengendalikan Pikiran )

Bagaimana kita bisa menata hati, agar kita bisa paham hati/jiwa kita sendiri. Kita bisa paham ego, amarah dan keinginan kita. Untuk informasi saja, bagian bagian hati ini tidak mungkin dihilangkan, yang mungkin, adalah kita harus menatanya dengan baik, sehingga bisa digunakan untuk meraih kesuksesan. Misalnya saja, jiwa Amarah itu akan menjadi musuh manakala kita tidak bisa menjinakkannya, tapi dikala kita bisa menjinakkannya ( memanfaaatkan ) maka kita akan mendapatkan sebuah energi positif yang sering disebut sebagai Motivasi Tanpa Batas.  Amarah yang akan membuat kita berani berjuang, berani berhijrah dari kondisi yang ada saat ini. Amarah dalam melawan kemalasan yang ada dalam diri. Amarah untuk bisa menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.  Ini bisa terjadi manakala kita sudah menata jiwa amarah tersebut. Untuk anda yang menginginkan untuk mulai bisa menata pikiran dan hati, saya merekomendasikan cara mudah ini : Rileksasi Energi , siapapun bisa mencoba metode tersebut. 

Sebagai praktisi energi, saya menekankan kepada pengaktifan potensi energi di dalam diri, baik energi dari pikiran atau jiwa. Potensi Energi ini akan bisa digunakan dengan maksimal manakala kita punya karakter dan sikap yang tepat. ( kenapa Energi yang saya jadikan modal utama dalam program ini? Referensi : 12 Hukum Alam Semesta ) Bukan hanya ini saja, tapi kita juga harus mempunyai tujuan hidup yang benar benar terperinci, ini yang menyebabkan kita bisa membuat rencana yang terstruktur untuk mencapai tujuan kita tadi. Jika ini tidak dilakukan maka potensi energi yang sudah diaktifkan menjadi tidak optimal kerjanya, tidak efektif. Mau digunakan untuk apa energi tersebut? Untuk tujuan apa? Hanya bersenang senang menikmati sensasi sesaatnya saja? Tentunya tidak..

Salah satu karakter orang sukses adalah bisa menggunakan potensinya dengan baik. Karena mereka paham benar, Apa tujuan mereka hidup? Apa yang harus dicapai dalam hidup? Ini yang mengakibatkan mereka bisa membuat rencana kehidupan yang terperinci dengan struktur yang bisa membuat mereka lebih paham, apa saja tahapan yang harus dicapai dalam satu satuan waktu tertentu. Saya pernah berbicara dengan salah satu orang sukses ini, saya sangat takjub ketika beliau menggambarkan seperti apa hidupnya dahulu, seperti apa hidupnya saat ini, apa yang ingin dicapai dalam 5 tahun ke depan, 10 tahun, 20 tahun dan seterusnya, kemudian tahapan apa yang harus diraih dalam satu satuan waktu tersebut. Dan beliau dengan jelas juga membuat rencana seperti apa karakter dan sikap yang harus dicapai dalam waktu tersebut, beliau sangat sadar. Bahwa karakter dan sikap adalah sebuah magnet kesuksesan. Karakter dan sikap inilah yang akan menarik kesuksesan. Bukan terbalik yah…. Bukan ketika kita sudah mendapatkan keinginan dalam hal materi ( rumah sesuai keinginan, karir, keluarga dll ) kemudian karakter kita menjadi baik. Tapi karakter dan sikap yang baiklah yang akan menarik datangnya materi tadi.

Saya baru sadar, bahwa inilah yang dulu diajarkan oleh orang tua saya. Pembentukan Ahlak yang mulia, hal inilah yang dijadikan fokus oleh orang tua saya. Dulu saya bosan, karena mereka selalu berbicara dan mendidik saya untuk memiliki ahlak yang mulia, tapi sekarang saya baru paham kenapa mereka menekankan kepada pembentukan akhlak yang mulia ini. Karena mereka sadar, bahwa akhlak yang mulia inilah yang akan membuat anaknya ( saya ) menjadi pribadi yang sukses, pribadi yang bermakna dan bermanfaat, yang bisa mengejawantahkan makna dari Rahmatan Lil Alamin. Semoga semua Orang Tua ( Bapak dan Ibu ) kita, yang mendidik kita agar bisa memiliki ahlak yang mulia diberikan Kebaikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.  Salah satu Karakter Orang Sukses adalah memiliki karakter dan sikap ( ini saya maknai sebagai Ahlak Mulia ) yang tepat, yang bisa menarik datangnya kesuksesan hidup. Karakter dan sikap ini adalah hasil dari penataan diri yang dilakukan secara komprehensif, terencana dan terukur dari waktu ke waktu. Sudahkah anda memiliki Karakter dan sikap yang bisa menarik datangnya kesuksesan?

Apa yang dimaksud dengan karakter dan sikap? anda bisa membaca mengenai ini di artikel saya : Karakter Diri dan Sikap   dan bagaimana dasar dari pembentukan karakter dan sikap ? Kalau untuk ini anda bisa membacanya di : Pembentukan karakter dengan kebiasaan rileks dan tenang . Di artikel ini anda akan bisa membaca mengenai cara Membangun karakter dengan Kebiasaan