Tampilkan postingan dengan label 12 hukum alam semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 12 hukum alam semesta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

Kunci Hidup Bahagia adalah Energi Cinta & Kasih Sayang

Apakah kunci hidup bahagia? ( ini juga berhubungan dengan artikel saya sebelumnya : Cara Hidup Bahagia dengan Hukum Sebab dan Akibat ) Menurut pengalaman saya, dalam memberikan terapi dan program kepada orang yang datang dan mengikuti program saya, mereka, para peserta program banyak yang terjebak oleh realita kehidupannya sendiri. Banyak orang yang menilai bahwa dipunyainya materi yang berlebih adalah sebuh tujuan utama. Dan ternyata setelah mereka sudah dapatkan materi tersebut mereka juga tidak menjadi bahagia. Nah apa lagi yang mereka cari? Apalagi yang anda cari?

Realita Kehidupan ini berawal dari hati dan pikiran kita sendiri. Dan akhirnya kita membuat realita kehidupan yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Kunci hidup bahagia yang bisa menjadi solusi berbagai masalah kehidupan adalah Energi Cinta-Kasih-Sayang. Dalam setiap sesi terapis dan setiap program, saya akan memberikan paparan Energi Pink, atau energi cinta kasih sayang ( cinkayang ) kepada setiap peserta program. Kenapa harus energi cinkayang?

Energi cinkayang ini berasal dari pusat energi di dada saya, yang saya kalibrasi dan perkuat dengan energi cahaya, sehingga ketika saya kirimkan ke peserta program yang jaraknya jauh ( bukan program tatap muka ), energi cinkayang ini akan memiliki kualitas yang sesuai dengan setiap peserta program. Jadi Energi yang saya kirimkan akan mengakomodir setiap program yang berbeda beda ( sebenarnya program sama, tapi akan saya customize, agar bisa mengakomodir goal setting yang berbeda ) antara satu peserta dengan peserta yang lain.

Cara ini juga akan membuat kita menyadari bagaimana hukum energi bekerja pada diri kita, ( anda dapat membaca mengenai hukum energi alam semesta di artikel saya :12 hukum alam semesta )


Energi Pink ini kan memperlunak dan membuat peserta lebih tenang dan nyaman, ini yang membuat energi yang datang selanjutnya bisa lebih optimal.  Kata kata yang diucapkan setiap peserta dalam mengakses energi kasih sayang dalam dirinya sendiri ( cinta..kasih..sayang) akan membuat : 1. Sugesti kepada pikirannya 2.Kata kata ini saya rancang sebagai sebuah pin energi, yang akan mengaktifkan, mengoptimalkan dan menebarkan energi pink yang ada di pusat energi dada mereka yang mengakses program ini. 3. Energi yang saya kirimkan akan mempermudah dan memperkuat energi dari dalam diri para peserta program.

Jika rajin dilakukan maka rileksasi energi pink ( cara melakukan rileksasi energi bisa anda dapatkan di sini : Cara Rileksasi Energi )  ini akan menjadi salah satu kunci hidup bahagia. Apa yang terjadi pada diri kita ketika kata cinta..kasih..sayang ini diucapkan? Sebenarnya kita mengaktifkan hubungan kepada Percikan Cahaya Tuhan / Ruhani ( referensi mengenai ini bisa dilihat di : Praktisi Energi Ruh Tuhan , Percikan Cahaya Tuhan )  yang ada di dalam diri kita. Kemudian bagian Ruhani ini akan memberikan backup energi ke pusat energi di dada, sehingga dengan aktifnya chakra anahata ( pusat energi dada, referensi : Cakra Anahata  ) maka energi kasih sayang akan aktif, ketika sudah aktif energi kasih sayang ini akan menghapuskan energi negatif yang muncul dari setiap keputusan atau keyakinan dari masa lalu yang mungkin mempengaruhi kehidupan, ini juga membuat kita seolah olah meminta tolong kepada tuhan Yang Maha Esa untuk disembuhkan ( disembuhkan berarti juga dihapuskan energi negatifnya ).

Ini akan membuat anda mengalami sebuah pengalaman baru, sebuah pengalaman dalam diri anda sendiri. Dimana anda merasakan ketenangan tanpa sebab yang jelas, anda dapat sadar akan pikiran anda sendiri, pengalaman ini membuat keadaan dalam diri anda menjadi tenang, terbebas dari pikiran negatif, jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan. Anda akan merasakan kebahagiaan yang seolah olah tanpa sebab. Inilah sebuah kunci hidup bahagiadengan menggunakan energi kasih sayang.


DIA adalah Yang maha Segalanya, salah satu sifat yang dijelaskan didalam banyak namanya adalah TUHAN YANG MAHA KASIH dan MAHA PENYAYANG, daya khasiat energinya sangat luar biasa. Energi Kasih Sayang inilah adalah sebuah STEMPEL TUHAN, dikarenakan semua mahluk di Alam Semesta ini diciptakan atas dasar sifat Kasih –SayangNYA.

Energi Kasih Sayang adalah Energi Ketuhanan, dengan frekuensi dan vibrasi khusus, sehingga memancarkan warna yang spesifik yaitu warna Merah Muda ( Pink ) terang benderang – seperti hologram, cahayanya mampu menerobos kesemua dimensi di Alam Semesta dan apapun tidak ada yang bisa menghalangi.

Seseorang yang mampu menggunakan Energi Kasih Sayang akan mempunyai banyak sahabat, keberadaannya bisa diterima sebagai sahabat oleh semua mahluk ciptaan Tuhan, tidak terbatas hanya manusia, tetapi juga mahluk lainnya termasuk alam, sehingga jauh dari permusuhan/kekerasan.

Bila sering menggunakan Energi Kasih Sayang, orang tersebut akan terkena imbas energi yangs angat kuat sehingga di dalam jiwanya terpancar sifat Kasih Sayang dan berpengaruh pada sifat perbuatannya yang welas asih, suka menolong, simpatik  dan bijaksana.


Hampir setiap kepercayaan kepada Tuhan mengabarkan dan menitik beratkan tentang CINTA, tentang KASIH DAN SAYANG, namun banyak manusia yang tidak memaknai begitu hebat dan dahsyatnya manfaat CINTA-KASIH&SAYANG bagi dirinya, Ini adalah kunci hidup bahagia  yang semula RAHASIA,…. Kini semua bisa mengetahui dan menggunakan dan menerapkan ENERGI KASIH SAYANG sebagai sebuah pembuka jalan menjadi manusia yang Bermakna dan Bermanfaat.

Jika di dalam diri anda sudah merasakan bahagia, maka anda akan bisa merasakan 12 hukum alam semesta bekerja untuk anda. Dengan hukum tarik menarik ( anda bisa membaca soal ini di artikel saya sebelumnya : Hukum Tarik Menarik )  , law of attraction akan bekerja, menarik segala jenis kebahagiaan, ketenangan, kedamaian dan  kesejahteraan datang ke dalam diri anda. Bagi saya, inilah sebuah kunci hidup bahagiadengan menggunakan energi kasih sayang yang saat ini masih berupa potensi, mari kita bangkitkan, aktifkan, dan pergunakan untuk hidup yang lebih baik.






Jumat, 12 Februari 2016

Mengembangkan potensi diri: Hukum Polaritas

Mengembangkan potensi diri dengan memanfaatkan potensi Energi yang ada di dalam diri kita, ini akan bisa dipahami lewat 12 hukum alam semesta. Tanpa kita sadari, kita sebenarnya memiliki potensi diri yang luar biasa, tapi tidak banyak yang menyadari. Potensi yang luar biasa ini sebenarnya adalah potensi energi.

Potensi energi ini bisa dimanfaatkan jika kita paham caranya. Setiap program yang saya buat adalah program untuk mengaktifkan potensi energi positif yang ada di dalam  diri anda. Setelah potensi energi positif itu aktif, anda akan saya berikan sebuah metode untuk menggunakannya. Mengembangkan potensi diri  ini akan optimal manakala energi positif yang ada di dalam diri aktif dan dapat dipergunakan.

Jika kita pahami salah satu hukum alam semesta ini, yaitu hukum polaritas,  maka kita akan menjadi lebih paham dan mampu menggunakan potensi diri kita. Hukum Polaritas menyatakan bahwa segala sesuatu ada pada rangkaian kesatuan dan memiliki kebalikannya. Kita dapat menekan dan mengubah pikiran yang tidak diinginkan dengan berkonsentrasi pada kutub yang berlawanan. Ini adalah Hukum getaran mental.



Hukum ini menyebutkan bahwa di dunia ini segala sesuatunya berada di atas sebuah kontinuum dengan dua kutub atau ujung yang memiliki frekuensi berlawanan. Bila satu ujung positif maka ujung yang lainnya negatif.

Segala sesuatu memiliki lawan atau kondisi sebaliknya. Bagaikan sekeping koin yang memiliki dua sisi berbeda.
Sehingga bila kita ingin mengubah suatu pikiran yang tidak kita inginkan, kita tinggal memusatkan perhatian pada ujung yang lain dari pikiran tersebut.
Hukum ini juga menjelaskan bahwa tidak ada kondisi yang jelek sebenarnya, karena semua hal itu merupakan bagian dari satu kesatuan.

Semua hal punya fungsi tersendiri, baik itu yang menurut anggapan kita jelek maupun yang bagus. Karena keduanya merupakan separo bagian dari satu kesatuan. Kedua hal tersebut harus ada dalam hidup kita.

Kita hanya harus belajar menyeimbangkan kedua kutub tersebut saja, sehingga tidak terjebak ke ujung negatif dari spektrum terus menerus dan berkepanjangan.

Satu cara mujarab untuk mengubah persepsi kita tentang suatu kondisi yang tidak menyenangkan, adalah dengan membayangkan dalam batin kita, kondisi yang kita alami saat ini sebagai satu sisi mata uang, yang kebetulan bergambar muka cemberut, lalu masih dalam bayangan kita, kita membalik mata uang logam tadi sehingga sisi satunya yang bergambar muka tersenyum lebar berada di atas.

Teknik super sederhana ini bisa dimodifikasi sendiri sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi kita, tetapi intinya: selalu bayangkan kita membalik mata uang logam tersebut agar mendapat kondisi yang sebaliknya dari apapun kondisi yang sedang kita alami.
Cepat, sederhana dan biasanya ampuh untuk membantu kita fokus ke sisi lain dari sebuah situasi tidak menyenangkan. 

Hukum Alam Semesta ini menyatakan bahwa segala sesuatu itu berada dalam sekumpulan proses yg berkesinambungan dan memiliki "lawan" yg sifatnya terbalik ( oposan ).  Kita mampu menekan dan mengubah pikiran-pikiran kita yg tidak kita inginkan dengan memusatkan perhatian kita kepada kutub yg polaritasnya berlawanan dengan pikiran-pikiran tsb. Ini juga dikenal dengan istilah Hukum Getaran-Getaran Mental.

Energi yang ada di dalam diri kita juga memiliki polaritas. Mengembangkan potensi diri adalah dengan emanfatkan potensi yang sejati, yaitu potensi energi yang ada di dalam diri kita. Yang sudah biasa kita temui adalah pemanfaatan energi fisik. Sebenarnya energi di dalam pikiran dan jiwa ataupun ruhani sangatlah besar. Ini hanyalah berupa potensi saja, apabila tidak diaktifkan, dioptimalkan dan kemudian bisa digunakan untuk kebaikan dalam hidup.

Pendaya gunaan kemampuan berpikir atau juga sering disebut sebagai mindset optimization ( baca artikel saya : Kekuatan Pikiran Positif : Hukum Tindakan ) juga saat ini sudah booming. Tapi apakah itu benar benar dapat mengeluarkan potensi energi yang ada di pikiran? Sebagian besar yang terjadi adalah hanya mengubah sudut pandang dalam berpikir saja, tapi….itu saja sudah membuat banyak perubahan dalam kehidupan para pelakunya.

Hukum polaritas ini diaplikasikan lewat pikiran, ( coba baca artikel : Rahasia Kekuatan Pikiran ) misalnya jika kita memikirkan sesuatu yang negatif, maka untuk bisa membuat kejadian yang hasilnya kita harapkan untuk menjadi positif, maka kita tinggal membalikkan pikiran kita saja. Jika sebelumnya berpikir yang negatif, maka selanjutnya kita bisa merubahnya dengan berpikir kebalikannya. Yaitu pikiran positif. Ini juga sering disebut sebagai kekuatan pikiran positif.

Jika hidup kita berjalan ke arah yang tidak kita harapkan, pertama..kita harus sadar, kemudian baru bisa merubahnya dengan berbagai trik yang ada ( lihat referensinya di artikel : cara memperbaiki diri dengan menggunakan hukum transmutasi energi ) . Kemampuan menyadarkan diri sendiri ini yang saya kembangkan dalam setiap program saya. Kemampuan untuk melakukan introspeksi diri yang kontinyu, dari waktu ke waktu.
Ada juga yang mulai menggunakan kekuatan dari rasa ( hati/jiwa ). Pemantiknya adalah pikiran. Pikirkan saja sebuah hal yang menyenangkan, jika ini dilakukan dengan benar, maka hati anda akan merasakan kebahagiaan. Jika rasa bahagia di hati ini digunakan dengan tepat maka akan dapat digunakan untuk menarik datangnya kejadian yang baik.

Sebenarnya cara cara ini adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengaktifkan energi yang ada di dalam pikiran dan hati. Tapi seberapa banyak energi yang bisa diaktifkan dengan cara ini ? sepertinya tidak lebih dari 20-30% saja.

Supaya energi yang diaktifkan bisa lebih, sistem energi juga harus diaktifkan. Kemudian dilatih agar bisa optimal, sehingga bila energi ini digunakan dengan cara (metode) yang paling biasa sekalipun, hasilnya akan membuat manfaat yang luar biasa pada kehidupan kita. Saya tidak mendorong anda untuk bisa merasakan sensasi ketika prosesnya, sensasi ketika energi bekerja, atau merasakan energi, atau bahkan melihat berkas/spektrum energi. Saya mendorong anda untuk bisa merasakan langsung sensasi manfaatnya saja.

Mengembangkan potensi diri ini adalah dengan memanfaaatkan potensi energi yang ada di dalam diri kita, dengan hukum polaritas kita akan mendapatkan pemahaman bahwa segala sesuatu adalah seolah olah hanyalah 2 sisi dari sebuah mata uang logam. Jika saat ini keadaan kita tidak baik, pasti akan bisa kita rubah menjadi baik, jika kita paham caranya ya…. Energi yang akan kita gunakan juga begitu, ada sisi negatif dan positifnya. Jika kita paham caranya dan memiliki rencana yang tepat ( Kenapa membuat rencana hidup itu penting?, baca artikel saya : Membuat rencana Hidup : Hukum Kompensasi ) , maka potensi energi ini akan membawa kita kepada kebaikand alam hidup.


Mengembangkan potensi diri dengan memanfaatkan potensi energi ini akan bisa kita gunakan untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bisa merasakan hal negatif adalah sebuah pelajaran, tapi jangan terjebak disana, masuklah juga ke sisi positifnya. Karena kehidupan ini adalah sebuah proses belajar yang kita juga harus dapatkan hasilnya, dan kemudian bisa kita tebarkan manfaatnya, minimal untuk diri pribadi kita dahulu, baru kemudian menyebar ke orang terdekat yang ada di inner circle kita, dan melebar lebih luas lagi.  Akan terlihat sebuah hasil dari proses belajar dalam hidup kita. Sikap dan Karakter kita adalah hasil dari proses belajar itu sendiri. Konstruksi berpikir harus dibuat menajdi lebih terencana dan terstruktur, dan hati dilatih agar bisa Selalu Tenang, maka perjalanan Kehidupan juga makin baik dari waktu ke waktu. Kesejahteraan, Kesuksesan, Kesehatan merupakan buah dari pohon kehidupan yang akarnya adalah Karakter dan sikap kita. 

Senin, 08 Februari 2016

Cara memperbaiki diri dengan Hukum Transmutasi Energi


Bagaimana cara memperbaiki diri dengan menggunakan hukum energi ? Semua metode yang ada di dalam program saya sangat terkait dengan hukum energi. Begitu juga dengan metode pengembangan diri yang saya kembangkan selama ini.

Untuk lebih menjelaskan mengenai hal ini maka kali ini saya akan berbagi mengenai salah satu dari 12 hukum alam semesta, yang terkait dengan pengembangan diri, bagaimana cara memperbaiki diri dengan hukum alam semesta? Berikut paparannya.

Hukum Transmutasi Energi Abadi menyatakan bahwa semua orang dalam diri mereka memiliki daya atau kekuatan  untuk bisa merubah kondisi hidup mereka sendiri. Getaran yang lebih tinggi menggunakan dan mentransformasi getaran yang rendah, dengan demikian, masing-masing dari kita bisa merubah energi dalam kehidupan kita dengan memahami Hukum Alam Semesta dan menerapkan prinsip-prinsip energi agar membawa pengaruh bagi perubahan diri kita sendiri.

Hukum Transmutasi Energi Abadi yang menyebutkan bahwa energi tidak pernah berhenti berubah bentuk ini memberi kesempatan kepada semua orang untuk bisa mengubah kondisi kehidupannya setiap saat mereka merasa ada yang perlu diubah atau diperbaiki. Tentunya semua dalam rangka perubahan diri ke arah yang lebih baik.

Semua orang memiliki kekuatan ini karena semua orang memiliki energi (manusia terbentuk oleh energi).

Energi yang berfrekuensi tinggi bisa "menelan" atau mengkonsumsi energi berfrekuensi rendah dan lalu mengubahnya menjadi energi berfrekuensi tinggi.



Contohnya, bila Anda sedang merasa sedih, lalu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka energi kegembiraan tersebut akan "memakan" energi kesedihan, dan kemudian mengubahnya menjadi kegembiraan.

Jadi siapapun orangnya, meski sekarang ini mereka memancarkan energi berfrekuensi negatif, kalau mau, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi energi berfrekuensi positif dengan mengikuti dan menerapkan semua prinsip hukum energi alam semesta ini.

Kekuatan untuk melakukan segala sesuatu tidak datang dari luar diri seorang manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri. 

Tapi ternyata tidak banyak yang memahami bagaimana energi ini bekerja dalam kehidupannya, banyak yang ingin memperbaiki diri dengan hukum energi ini, tapi mereka tidak paham caranya. Bahkan energi hanya dimanfaaatkan untuk hal hal yang tidak penting.

Modal utama yang dibutuhkan paling utama ada di dalam diri setiap manusia, yaitu energi. Energi ini bisa digunakan atau digerakkan manakala kita paham caranya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan niat. Apakah cukup hanya niat saja? Bisa saja..dengan niat kita bisa menggerakkan sekitar 10% potensi energi yang ada di dalam diri kita. Untuk menggunakan 100% potensi energi ini, maka diri kita perlu dikondisikan dengan cara yang benar. Cara cara ini saya dapatkan dari ilmu Energi Spiritual Nusantara, supaya lebih tepat guna, maka saya memberikan sedikit tambahan.

Setelah sistem tubuh peserta dikondisikan, proses ini dilakukan tidak lewat tatap muka, melainkan lewat jarak jauh. Bukannya saya tidak mau melalui tatap muka, tapi ham pir 90% dari peserta program tinggalnya berjauhan dengan saya, bahkan saya juga hampir tidak pernah bertatap muka atau bertemu langsung dengan mereka. Kebanyakan mereka bisa tau program ini lewat media internet. Maksud dari dikondisikan adalah : dibersihkand ari energi negtaif, kemudian setiap sistem energi, baik pusat energi ( chakra ) ataupun jalur-jalurnya,  inilah yang membuat bagian fisik, pikiran, alam bawah sadar, jiwa, spirit bisa dihubungkan satu sama lain. Potensi energi yang sangat besar  ini akan aktif dan membuat kita bisa mengaktifkan sistem kesadaran, meningkatkannya ke level yang lenbih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya kesadaran kita hanya pada level fisik ( pikiran ) maka dengan cara ini kita akan memiliki kesadaran yang berbeda, bisa menyadari pikiran kita sendiri, tidak dikendalikan oleh asumsi negatif, bahkan bisa memahami jiwa ego, amarah dan keinginan. Inilah yang saya sebut sebagai pencerahan atau sebenarnya adalah sebuah peningkatan kesadaran. Inilah sebuah cara memperbaiki diri dengan hukum energi yang sangat efektif. Anda akan bisa melihat masalah dengan cara yang berbeda, masalah yanmg dihadapi seolah olah berada di luar diri dan jauh sekali. Ini yang mengakibatkan mudahnya mendapatkan solusi atas permasalah yang dihadapi.

Permasalahan yang mendasar bagi mereka yang mempunyai masalah adalah, mereka ini dikendalikan oleh rasa yang muncul dari proses berpikir. Rasa ini muncul dari jiwa. Jika masalahnya yang dihadapi berat, (proses berpikir mengakibatkan munculnya  kesimpulan dari otak, saya sebut sebagai asumsi negatif, kemudian direspond oleh jiwa ) rasa yang muncul juga akan sangat tidak enak. Karena tidak dibiasakan maka kita akan sangat terpengaruh, masalah utama akan menjadi bias oleh rasa yang muncul. Maka terjebaklah kita dengan rasa ini.

Padahal dalam diri kita ada potensi energi yang bila dibaangkitkan akan meningkatkan kesadaran, energi yang sudah dibangkitkan juga bisa digunakan untuk membersihkan lapisan jiwa dan bahkan pikiran. Inilah yang disebutkan dalam hukum transmutasi energi. Nah banyak morang yang tidak paham, bagaimana bisa membangkitkan potensi energi ini. Metode membangkitkan dan mengoptimalkan energi inilah yang menjadi dasarnya.

Setelah dasarnya diperloha maka saya akan memberikan beberaapa latihan untuk mengoptimalkan sistem pikiran. Jika sistem pikiran bisa dioptimalkan maka kita tidak akan terjebak lagi ke dalam masalah.

Sadarilah, bahwa setiap masalah yang datang, adalah sebuah pelajaran bagi kita untuk bisa lebih memahami diri kita sendiri. Semua kejadian yang muncul adalah respon dari pikiran dan jiwa kita. Ini saya artikan sebagai : masalah datang karena diri kita sendiri.
Jika kita bisa selalu melakukan introspeksi diri dengan efektif, maka bukannya kita mendapat masalah, namun hasilnya adalah sebuah kejadian yang mendewasakan kita. Jalannya kehidupan adalah sebuah respond terstruktur alam semesta atas perencanaan yang muncul dari jiwa dan pikiran.

Jika kita memiliki kesadratan yang tepat, maka kehidupan akan menajdi baik. Jika kita memiliki rencana atas hidup kita, maka kehidupan akan menajdi terstruktur dan teratur, visi hidupan akan lebih mudah dicapai. Inilah tema yang akan saya bahas mulai saat ini. Inilah sebuah cara memperbaiki diri dengan hukum energiyang saya anggap paling tepat.

Mari kita manfaatkan hukum transmutaassi energi ini untuk membuat diri kita menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jika anda ingin memiliki cara memperbaiki diri dengan hukum energi yang juga meningkatkan kesadaran akan diri sendiri, alam semesta, bahkan Sang Pencipta Yang Maha Agung, melalui Spiritual Science Energi maka cara inilah yangs aya anggap paling tepat. Dengan cara ini saya ternyata juga mendapatkan nilai keimanan terhadapNya yang lebih baik.

                                                                                           

Jumat, 05 Februari 2016

Pikiran Positif membuat Kehidupan Positif - Hukum Tarik Menarik

Dalam banyak program yang saya buat, saya sering membuat pernyataan bahwa pikiran positif membuat kehidupan positif , kenapa hal ini bisa terjadi? Kali ini saya ingin sharing mengenai salah satu hukum yang ada di dalam 12 hukum alam semesta, yaitu hukum tarik menarik.

Karena sebagian ebsar massyarakat saat ini senang dengan hal yang sifatnya logis, maka saya berusaha menjelaskan juga dengan konstruksi berpikir yang logis, Kenapa pikiran positif membuat kehidupan positif? Bagaimana kaitannya dengan ilmu pengetahuan, Fisika, Energi, dan Alam Semesta ?

Salah satu bagian dari 12 hukum alam semesta ini menunjukkan bagaimana kita menciptakan sesuatu, peristiwa dan orang-orang yang datang ke dalam kehidupan kita. Pikiran, perasaan, kata-kata dan tindakan memproduksi energi yang, pada gilirannya akan menarik energi-energi yang serupa. Energi negatif menarik energi negatif dan energi positif menarik energi positif.

Kita, anda, semua manusia adalah sebuah magnet hidup yang menarik ke dalam kehidupan, situasi yang serasi dengan pemikiran dominan kita sendiri. Semakin banyak emosi yang kita kaitkan dengan suatu pemikiran, semakin besar tingkat getaran dan daya pancarnya ( energi ) dan semakin cepat kita akan menarik orang dan situasi/kejadian  yang sama persis dengan pemikiran tersebut.

Pikiran kita akan menciptakan suatu medan energi ( energi field ) yang bergetar pada kecepatan yang ditentukan oleh tingkat intensitas emosi yang menyertai pemikiran tersebut. Semakin anda bergairah, atau merasa takut, semakin  cepat pemikiran anda memancar dari diri anda dan menarik orang-orang dan situasi yang serupa kembali ke kehidupan anda.

Jadi jika anda adalah seorang praktisi energi seperti saya, maka…latihan pengkondisian diri agar medan energi yang ada di dalam diri kita menjadi bagus, akan membuat kerja pikiran dan perasaan semakin dahsyat dalam menarik datangnya kejadian kejadian yang sama persis dengan program ( energi akan membawa pikrian dan perasaan = program energi ) yang kita pancarkan.

Saat kita positif dan optimis mengenai diri kita sendiri, maka pikiran kita memancarkan gelombang yang akan menarik orang, kejadian, situasi, sumber daya, pelanggan, atau apa saja yang sejalan dengan frekwensi itu. Demikian juga sebaliknya. Bila pemikiran kita yang dominan adalah yang negatif, maka kita akan menarik semua hal yang negatip ke dalam hidup kita.

Hukum Alam Semesta menunjukkan bagaimana kita menciptakan barang-barang / hal-hal, peristiwa-peristiwa, serta orang-orang yg datang kedalam kehidupan kita. Pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, ucapan-ucapan, serta tindakan-tindakan kita menghasilkan energi-energi yg sebaliknya menarik energi-energi lain yg sama ( sifatnya ) kepada diri kita. Energi-energi negatif akan menarik energi-energi negatif dan energi-energi positif akan menarik energi-energi positif.

Energi positif yang datang akan termanifestasikan sebagai kejadian kejadian positif. Kekuatan pikiran positif membuat Kehidupan Positif.

Apa yang sering kita pikiran secara dominan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi, hukum resonansi adalah sebuah peristiwa dimana sebuah benada ikut bergetar karena getaran benda lain.  Mengenai getaran, anda bisa membacanya lebih detail di artikel saya yang judulnya adalah Rahasia kekuatan pikiran – Hukum Getaran

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

Pikiran, perasaan, emosi dan tindakan kita menciptakan energi atau frekuensi tertentu yang kemudian "menarik" energi atau frekuensi yang serupa dengannya ke dalam kehidupan kita.
Law of Attraction terhubung sangat erat dengan the Law of Vibration or Frequency atau Hukum Frekuensi di atas.

Energi atau frekuensi negatif menarik semua yang memiliki energi atau frekuensi negatif pula. Sebaliknya energi atau getaran positif menarik semua yang positif pula.

Ini semua terjadi karena pada dasarnya - esensi semua hal adalah energi atau frekuensi.
Jadi frekuensi atau energi apa yang kita pancarkan, di waktu yang dahulu akan menjadi peristiwa atau kejadian di saat ini, frekuensi/energi yang kita pancarkan saat ini akan menjadi atau termanifestasikan sebagai kejadian atau peristiwa di saat yang akan datang. Begitu seterusnya. Sudahkah kita berinvestasi untuk masa depan kita sendiri dengan cara ini?

Ibaratnya radio, program apa yang kita siarkan? Yang akhirnya menentukan pendengar macam apa yang kita harapkan menjadi fans setia radio kita ini.
Implikasi dari hukum ini, ditambah dengan hukum frekuensi di atas, adalah sangat-sangat besar dalam kehidupan kita.

Salah satunya adalah fakta bahwa kehidupan kita bisa kita bentuk sendiri, dengan lebih dahulu membentuk sumber energi di dalam diri kita agar sesuai dengan hasil yang kita harapkan di luarnya.

Hukum Universal ini menunjukkan bagaimana kita menciptakan hal-hal, kejadian, dan orang yang datang ke dalam hidup kita. Pikiran, perasaan, dan tindakan memproduksi energi atau frekuensi yang, pada gilirannya, menarik energi atau frekuensi yang setara. Energi negatif menarik energi negatif dan energi positif menarik energi positif. Itu seperti dirinya ditarik kepada hal itu. semua tentang Frekuensi.
Pikiran positif yang sumbernya dari dalam diri kita akan menarik datangnya kehidupan yang positif, dasarnya adalah energi dan frekuensi. Jika kita paham akan hal ini maka kita akan paham kenapa pikiran positif membuat kehidupan positif.

Sebenarnya ini sudah dinyatakan dalam banyak pelajaran yang ada di dalam kitab kitab, memang disana tidak diterangkan dengan detail, kenapa kita harus berpikir positif, berasumsi positif, berprasangka positif dan lain sebagainya. Dan juga tidak diterangkan dengan detail prosesnya. Ada beberapa yang menjelaskan secara detail, namun menggunakan bahasa perandaian. Jadi jika kurang aware akan tidak memahami. Bisa juga karena kurangnya pemahaman mengenai bahsa yang digunakan.


Sedikit saya menjelaskan mengenai program saya yang ada di www.solusisupersukses.com .

Program holistik mentoring dancoaching, setelah dioptimalkan sistem tubuhnya, Sistem energi tubuh : pusat energi ( chakra ) dan jalur-jalurnya. Maka selanjutnya peserta dilatih untuk bisa memahami pikiran dan hati, bagaimana cara kerjanya. Setelah paham mengenai hal ini maka peserta akan saya bimbing untuk bisa memanfaaatkannya.   

Seringkali kita tidak paham mengenai pola kerja pikiran kita sendiri, bagaimana pikiran merespond informasi yang masuk melalui panca indera? Dan bagaimana pikiran menyimpulkan informasi yang masuk? Dan bagaimana juga hati kita merespond hal ini? Terkadang kita juga tidak sadar mengenai “rasa” yang muncul dari hati.

Kenapa kita takut mengenai sebuah hal? Ini perlu dipahami.
Jika semua bagian sudah dipahami pola kerjanya, maka akan bisa kita optimalkan sehingga kita membuat diri kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Jika kita paham mengenai hukum alam semesta ini, maka kita akan menjadi paham secara tehnis, kenapa kita harus berpikir positif? Kenapa pikiran positif membuat kehidupan positif?

Program yang saya buat akan menajdi sebuah strategi dan sarana menuju hidup yang lebih baik. Akan ada banyak pemahaman baru yang muncul, pemahaman yang membuat konstruksi kehidupan menajdi semakin ideal, pondasi yang ideal ini akan membuat respond positif dari alam semesta. Akan ada banyak peluang baru yang muncul? Oportunity yang bisa kita kerjakan dengan positif, oportunity yang datangnya tidak random, tidak acak, menuju satu titik tujuan yang kita rencanakan sebelumnya. Semoga makin banyak yang paham dan memulai untuk mencoba : Pikiran Positif membuat kehidupan positif.



Kamis, 04 Februari 2016

Membuat Rencana Hidup Berdasarkan Hukum Kompensasi.

Bagaimana cara membuat rencana hidup untuk saat ini dan masa depan yang bisa dengan mudah terwujud? Kali ini saya akan mencoba berbagi apa yang sudah saya lakukan selama ini, dan metode ini saya berikan juga di  dalam kelas. Karena ini adalah salah satu materi penting dalam program Solusi Super Sukses, atau Program masterkoePINK level 4 dan 5.

Kadang kadang kita sering lupa dengan perencanaan, yang sering terjadi adalah kita sangat mendahulukan action, memang benar…semakin cepat action maka akan semakin cepat pula hasil yang didapat. Tapi jika kita action tanpa perencanaan, maka kita akan berjalan tanpa arah, hanya mengikuti alur saja, tanpa tau kemana alur tersebut berakhir. Membuat rencana hidupmerupakan sebuah keharusan.

Bagaimana cara membuat rencana kehidupan yang baik dan bisa terwujud dengan cepat? Saya akan mengkombinasikan rencana hidup dengan Hukum Kompensasi. Hukum Kompensasi merupakan sebuah bagian dari 12 Hukum Alam Semesta dan hukum kompensasi ini adalah penerapan hukum sebab akibat ( anda bisa membaca mengenai hukum ini di :  Hukum Sebab dan Akibat ) untuk berkat/berkah/kebaikan dan kelimpahan yang disediakan bagi kita. Efek yang terlihat dari perbuatan kita diberikan kepada kita dalam bentuk hadiah, uang, warisan, persahabatan dan berkat.


Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak kita inginkan, karena imbalan yang akan kita peroleh akan selalu sama dengan kualitas pelayanan yang kita lakukan. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Kita akan selalu diimbali dengan bagian/proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan kita kepada orang lain.

“Semakin tenang(bebas dari pikiran dan jiwa yang tidak tertata) kita menerima apapun yang kita miliki, semakin besar nilai, manfaat & keberkahan dari sesuatu yang kita miliki tersebut”. Ingat akan kedahsyatan bersyukur (the power of grateful) …

Hukum Kompensasi menyatakan bahwa kita mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang kita lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah kita capai dalam hidup kita saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Jika kita ingin meningkatkan hasil yang kita dapatkan maka kita harus meningkatkan nilai kontribusi yang kita lakukan.

Hukum Kompensasi atau Penggantian ini merupakan Hukum Berbalas yang khusus untuk sesuatu yang baik saja.
Artinya, kita pasti menerima imbalan baik dari hal baik yang kita lakukan.
Hukum Kompensasi ini juga menetapkan bahwa kita berhak dan pasti akan menerima "upah" atau "bayaran" atas semua pekerjaan baik yang kita lakukan.
Karena adanya Hukum Kompensasi ini, kita pasti akan diberi upah yang layak, yang baik, yang sepantasnya untuk semua perbuatan baik kita. Nah bagaimana? Apakah dalam hidup yang kita inginkan di masa ini dan masa datang kita ingin mendapatkan kebaikan/upah yang layak? Siapa yang memeberikan upah? Alam Semesta. Libatkanlah hal ini, masukkan lah hal ini ke dalam rencana hidup yang akan dibuat. Membuat rencana hidupharuslah memasukkan unsur unsur dalam 12 Hukum Alam Semesta .

Di sisi lain, hukum ini juga menggariskan bahwa kita juga dituntut untuk mau membayar atas pekerjaan baik orang lain yang diberikannya kepada kita.

Lebih luasnya, hukum ini menuntut kita semua untuk mau memberi imbalan yang sepantasnya (yang baik) untuk semua hal baik yang kita terima, dari siapapun.

Karena hukum ini, kalau kita mengharapkan mendapat servis atau produk yang bagus, kita harus mau membayar dengan harga yang bagus, yang pantas atau layak, untuk produk dan layanan tersebut.

Sementara bila kita maunya membayar apa adanya, maka biasanya yang kita dapat juga pelayanan yang apa adanya.

Apakah anda ingin seperti itu? Hanya “apa adanya?” Tentunya kita menginginkan yang maksimal, untuk bisa mendapatkan hal yang maksimal tentunya kita juga harus tau dengan tepat apa yang harus kita kerjakan, disinilah perencanaan menjadi penting. Saya sering sekali mendapatkan klien yang merasa sudah melakukan segalanya dengan maksimal. Tapi sayang hal tersebut dilakukan secara acak, random, sehingga memang benar semua aktifitasnya dilakukan dengan maksimal, tapi tidak terarah. Tanpa taau ingin kemana, inilah yang sering menjebak kita, perencanaan yang kita buat hanyalah perencanaan short term saja.

Law of Compensation atau Hukum Kompensasi sering diwakili di dunia ini oleh kata-kata "Harga tidak pernah bohong."

Itu karena untuk segala sesuatu yang baik, kita memang perlu modal yang besar untuk membuatnya, sehingga mereka yang menginginkan barang yang bagus ini, juga harus berani membayar atau memberi kompensasi atau penggantian yang setimpal pula.

Intinya menurut Hukum Kompensasi ini, semua pekerjaan kita yang baik pasti diberi penggantian yang layak, tetapi kita juga punya kewajiban untuk memberi bayaran yang layak untuk pekerjaan, produk, jasa atau layanan orang lain. 

Hukum Kompensasi menyatakan bahwa kita mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang kita lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah kita capai dalam hidup kita saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Jika kita ingin meningkatkan hasil yang kita raih, maka kita harus meningkatkan nilai kontribusi yang kita lakukan. 

Saya menuliskan ”nilai” kontribusi yang dilakukan. Bukan sekedar kontribusi atau upaya yang dilakukan. Mengapa ? Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para pemimpin mendapatkan kompensasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang biasa. Padahal orang biasa melakukan kerja yang jauh lebih keras dari pada para pemimpin itu. Ini semua berhubungan dengan ”nilai” kontribusi atau upaya yang dilakukan. Semakin besar pengaruh positip yang timbul dari suatu tindakan maka semakin tinggi nilainya. 

Kita mungkin pernah bertemu atau bahkan merasa heran mengapa ada orang yang mendapatkan hasil yang sangat berlimpah, dan ada orang yang tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Apakah Tuhan pilih kasih ? Tidak ! Jawabannya sederhana. Orang yang mendapatkan hasil berlimpah telah melakukan jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan kata lain mereka menabur sangat banyak benih. Tidak heran jika mereka menuai lebih banyak hasil. 

Setelah anda membaca uraian saya diatas mengenai hukum kompensasi apakah anda paham maksud saya? Apakah hubungan hukum kompensasi ini dengan membuat rencana hidup ?

Saya melihat, baik pada diri saya sendiri, ataupun pada pribadi yang membuat perencanaan hidup yang benar benar rapi, terstruktur, sehingga hasilnya bisa diukur dengan baik ( tampaknya ribet yah?....memang…bagi yang tidak terbiasa akan menjadi sangat ribet , tapi bagi yang sudah terbiasa dan mereka yang sudah terbiasa ini passtinya juga sudah mendapat manfaatnya ) .

Pengaktifan potensi diri yang sejati ( anda bisa membaca artikel saya yang lain, mengenai potensi diri yang hakiki yang ada di dalam diri kita : RAHASIA POTENSI DIRI ) akan bisa menjadi maksimal bila kita memiliki rencana. Sehingga potensi diri ini bisa digunakan dengan tepat, kita akan mempunyai strategi dalam mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Jika tidak? Maka potensi diri yang kita aktifkan dan optimalkan akan menjadi tidak terpakai secara efisien, tidak efektif. Ini sama saja dengan menggunakan tank ( yang sebenarnya untuk perang, digunakan melawan musuh yang sepadan ) untuk pergi ke pasar tradisional. Hanya untuk belanja kebutuhan harian saja….

Nah,…hukum kompensasi akan membuat penggunaan tank untuk pergi ke pasar  tersebut menjadi aneh hasilnya bukan? Bisa jadi ada kejadian kejadian lain yang muncul karenanya..
Bayangkan jika kita bisa menggunakan tank tersebut untuk membantu orang lain atau bahkan negara lain ? kompensasinya akan menjadi lebih bukan?

Kita memiliki pilihan untuk menggunakan potensi yang ada di dalam diri kita, akan kita gunakan untuk apa ? pastinya akan kita gunakan untuk sebuah hal yang besar bukan? Hal besar ini adalah Tujuan Hidup yang akan kita dapatkan saat ini ( tujuan hidup jangka pendek ) besok ( jangka menengah ) atau masa depan ( jangka panjang, yang kita tetapkan sendiri waktunya ).

Ini inti dari artikel saya ini.

Dalam kehidupan ini, kita perlu memahami sehingga pada akhirnya bisa tau, apa sebenarnya Tujuan Hidup kita sendiri. Jika kita punya tujuan hidup, maka kita bisa membuat tahapan dan strategi untuk mencapai tujuaan yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Membuat rencana hidup merupakan sebuah keharusan bagi kita. Karena apa? Karena kompensasi yang akan kita dapatkan jika kita mempunyai perencanaan yang baik, adalah tertatanya hidup kita. Perencanaan hidup yang kita miliki akan membuat kita paham apa yang harus dilakukan, perencanaan ini akan membuat hidup kita teratur, ter-organisir dengan rapi.saya ingatkan kembali mengenai hukum kompensasi, ini sudah saya tuliskan di awal awal tulisan ini :

Hukum Kompensasi menyatakan bahwa kita mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang kita lakukan, titik.
Tidak lebih dan tidak kurang.
Pas ukurannya dan pas takarannya.
Dengan demikian apa yang telah kita capai dalam hidup kita saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu.
Jika kita ingin meningkatkan hasil yang kita raih, maka kita harus meningkatkan nilai kontribusi yang kita lakukan.

Jadi, jika kita membuat rencana hidup, maka kompensasinya adalah hidup yang sesuai dengan rencana? Belum tentu juga…dalam program level 4 dan 5 saya membimbing setiap peserta agar bisa membuat rencana hidupnya sendri, menuntunnya agar bisa membuat tahapan tahapan yang diperlukan beserta strateginya. Dan yang paling banyak diminati di program sebelumnya, yaitu pengaktifan potensi energi yang ada di dalam diri kita sendiri. Potensi diri ini adalah sebuah strategi dan dan potensi diri Ini yang menyebabkan rencana yang kita buat menjadi selaras dengan setiap hukum yang ada di Alam Semesta. Ini yang saya sebut sebagai Harapan yang lebih mudah menjadi Kenyataan. Perencanaan yang tertata dengan baik, terstruktur dengan rapi, sehingga hasilnya lebih mudah diukur, ini yang membuat proses introspeksi diri kita menjadi Efektif. Keajaiban akan menjadi nyata dan selalu datang kedalam hidup kita.


Rabu, 03 Februari 2016

Cara Hidup Bahagia dengan Hukum Sebab dan Akibat



Bagaimanakah cara hidup bahagia? Apakah dengan mendapatkan apa yang kita inginkan? Apakah kita bahagia karena apa yang kita dapatkan sudah kita dapatkan? Tentunya tidak. Menurut saya sebagai seorang praktisi energi, kebahagiaan muncul karena kondisi tenang yang ada di dalam diri kita. Kondisi tenang ini akan menyebabkan energi yang kita pancarkan membuat semua sistem di tubuh kita menjadi harmonis.

Dalam kondisi tenang, kita tidak lagi dikendalikan oleh asumsi negatif yang biasanya muncul dari proses berpikir, kita tidak lagi dikendalikan oleh hawa nafsu kita, dalam keilmuan saya, hawa nafsu ini adalah sebuh kondisi dimana hati/jiwa kita masuk ke dalam frekuensi jiwa ego, jiwa amaraah dan jiwa keinginan. Cara hidup bahagia adalah dengan cara menata pikiran dan hati kita sehingga semua bisa harmonis, karena tidak ada salah satu bagian dalam diri kita yang bisa dihilangkan, melainkan…ditata agar selaras dan harmonis

Hukum Sebab dan Akibat Menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun terjadi secara kebetulan atau di luar Hukum Universal. Setiap tindakan memiliki reaksi atau konsekuensi dan kita "menuai apa yang telah kita tanam".

Hukum sebab akibat merupakan salah satu bagian dari 12 hukum alam semesta.

Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala kejadian yang terjadi pada diri kita memiliki sebab yang tersendiri, atau sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka semua pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental, atau sering saya sebutkan sebagai sebuah kondisi jiwa, dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan sama  dan berkebalikan”, dan hukum ini akan berlaku dengan prinsip yang sama persis.

Karena hukum alam sulit untuk bisa dipastikan, maka penting bagi kita untuk mengingat apa yang kita inginkan dan bukan apa yang tidak kita inginkan. Kualitas berbagai hubungan sesama mahluk hidup, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah kita tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.


Jumlah energi di alam semesta menurut Hukum Kekekalan Energi  bersifat tetap. Ia tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Artinya energi di alam semesta jumlahnya sama, sejak awal penciptaan hingga kemusnahannya nanti. Ia hanya berubah bentuknya.

Coba sekali saja, rileks dan tenang, pahami pikiran kita, akan ada banyak asumsi negatif yang muncul, rubahlah asumsi negatif tersebut dengan afirmasi positif, biarkan kita memahami jiwa kita, jangan biarkan ego pribadi, keinginan yang menggebu gebu terhadap sebuah hal menguasai kita, atau bahkan amarah kita sendiri terhadap banyak hal yang tidak sesuai degan kita. Saya membuat sebuah metode untuk bisa tenang, saya sebut sebagai metode rileksasi energi. Ini saya artikan sebagai sebuah cara hidup bahagia  

Contoh yang masih saya ingat adalah saat saya membakar sehelai kertas. Jika kertas itu kita timbang kita bandingkan dengan abu kertas sesudah terbakar, memang massa nya lebih besar kertas sebelum terbakar. Namun ingat, saat kertas tadi kita bakar pada hakekatnya kertas tadi berubah bentuk menjadi karbon (kertas yang terbakar) dan energi panas, dan keduanya jika dijumlahkan akan sama dengan massa kertas sebelum dibakar. Jadi sekali lagi yang terjadi dan seringkali kita lakukan sehari-hari adalah mengubah bentuk energi sementara jumlah energi itu akan selalu tetap. Dalam proses-proses alam, terkadang air berubah menjadi uap. Kayu berubah menjadi bara api. Uranium menjadi bom. Listrik menjadi tenaga gerak dan lain sebagainya. Ketika beraktifitas sehari-hari, kita juga mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Dalam pemahaman saya, hukum kekekalan energi inipun terjadi pada gerakan-gerakan fisik bahkan hati/jiwa/rohami kita. Saat kita”memancarkan” energi positif melalui pikiran dan tidakan kepada orang lain melalui senyuman..maka hakekat energi positif itu akan tetap ada. Dan menurut hukum Sebab-Akibat diatas maka saya memahami bahwa energi positif itu pastilah akan kembali ke kita sebagai energi positif juga meski dalam bentuk lain. Contoh: saat saya berbagi makanan dengan tetangga, maka saya meyakini setidaknya “energi positif” yang saya berikan akan kembali kepada saya entah dalam bentuk ikatan hati dengan tetangga, saling perduli, atau malah mangkok kembali dengan makanan yang lain dari tetangga terdekat. Begitu juga energi positif lainnya seperti senyuman, pujian, silaturahmi dengan saudara atau teman, dan lain sebagainya.

Sebaliknya pun juga terjadi. Saat saya menyampaikan energi Negatif ke orang lain, orang lain atau alam pastilah menangkapnya dan akan mengembalikannya sebagai energi negatif dalam volume yang sama meski bentuknya berbeda. Contoh: apa yang kita  rasakan jika kita memiliki teman yang selalu cemberut, tidak pernah tersenyum kepada kita, bahkan suka tertawa meremehkan? maka bisa dipastikan orang yang suka melakukan hal seperti ini tidak akan disukai orang lain atau lingkungannya karena biasanya orang akan bilang “wah kalo ada dia, suasananya jadi nggak enak..hati nggak bisa happy  dll”

Tidak ada energi yang hilang dan tidak ada yang ditambahkan. Setiap hari kita mengeluarkan energi. Semua tidak akan sia-sia, karena energi itu tidak hilang. Energi itu akan menghasilkan energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan.

Cobalah pahami cara bekerjanya energi melalui hukum sebab akibat ini, maka kita akan mendapatkan sebuah cara hidup bahagia.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kita semua ingin dapatkan dalam hidup ini. Namun banyak dari kita yang terjebak untuk bisa memahaminya, karena kondisi yang kita alami. "uang saja bisa membeli kebahagiaan, tapi tidak banyak." (1) Tampaknya bahwa kebahagiaan tidak terlalu terkait dengan uang dari yang kita bayangkan, dan lebih berkaitan dengan orang-orang di sekitar kita, bagaimana kita menjalani hidup kita, cara menghabiskan waktu kita, dan bagaimana kita memandang diri kita sendiri dan memahami pengalaman hidup kita.

Kebahagiaan adalah pilihan. Ya kita bisa memilih untuk bahagia. Dan pilihan kita itulah yang akan memunculkan energi dalam diri kita. Lakukan hal yang terbaik untuk kehidupan, tumbuhkan rasa cinta, perdamaian, kesenangan dan sukacita dalam diri kita. Ini akan memancarkan energi ke sekeliling kita, orang orang disekitar kitapun akan merespondnya. Menurut hukum sebab akibat, kejadian ini akan ber efek positif untuk kita. Cobalah lakukan beberapa kali, dan perhatikan bagaimana jiwa anda merespondnya. Dengan energi saya mencoba memancarkan hal hal tadi ke sekeliling saya, dan saya mendapatkan banyak hal baik juga datang kepada saya. Bagi saya ini adalah sebuah cara hidup bahagia.

Ketika saya mencoba untuk melakukan hal hal berikut ini, saya menjadi lebih bahagia, Bangun pagi dan menyaksikan matahari terbit, berenang di laut, memakan salad segar dan jus, mendengarkan lagu favorit saya – bukan lagu galau ya ha ha ha…., mengundang teman dan saudara kemudian mengadakan makan malam bersama, mencoba resep masakan baru, bersantai di taman dengan sebuah buku besar, memiliki kopi kedua, dan melakukan hal-hal yang membuat saya merasa sepenuhnya hidup.

Dalam sebuah program di www.solusisupersukses.comsaya akan mengaktifkan semua fungsi energi yang ada di dalam diri anda, dengan energi yang tepat saya akan menghubungkan anda ke bagian pikiran, hati dan ruhani anda. Ini akan membuat potensi energi yang luarbiasa muncul dari dalam diri anda. Saya telah mencoba dan mengembangkan metode ini. Ketika saya terhubung dengan jiwa tenang, ………………………..kebahagiaan akan muncul, kebahagiaan karena saya bisa terlepas dari pikiran saya sendiri, dari Jiwa Ego, Jiwa Amarah dan Jiwa Keinginan. Saya bisa memahami semuanya bekerja. Dan ketika saya mulai menata setiap bagian tersebut saya menjadi sangat bahagia. Kebahagiaan yang saya rasakan di dalam diri saya, akan saya pancarkan dengan sarana energi ke sekitar saya, ke alam semesta. Dan pada akhirnya saya mendapatkan berbagai macam kebaikan. Inilah sebuah cara hidup bahagia untuk saya, anda harus mencobanya.